Sang Hakim Syuraih

Sang Hakim Syuraih

Hadila.co.id Suatu hari, Syuraih bin al–Harits al-Kindi kedatangan Amirul Mukminin Umar bin Khattab bersama seorang Badui penjual kuda. Keduanya bermaksud mengadukan permasalahan yang sedang mereka hadapi dan memintanya menjadi qadhi (hakim) untuk memutuskan, karena Syuraih terkenal sebagai orang yang jujur, cakap, pintar dan bijak.

Syuraih mempersilakan si penjual kuda untuk menjelaskan maksud kedatangannya. Penjual kuda menjelaskan bahwa suatu hari Khalifah Umar membeli seekor kuda darinya. Namun, selang sehari mengembalikan kuda tersebut dan menuntut ganti rugi.

Setelah mendengar penjelasan si penjual kuda, Syuraih kemudian mempersilakan Khalifah Umar untuk memberikan penjelasan. Khalifah Umar pun menjelaskan bahwa ia mengembalikan kuda tersebut dan menuntut ganti rugi, karena kuda itu sakit dan cacat sehingga larinya tidak kencang.

Syuraih kembali mempersilakan si penjual kuda untuk memberi jawaban. “Saya tidak menerima alasan itu, karena saya menjual dalam keadaan sehat dan tidak cacat,” Kata penjual kuda menyanggah.

Syuraih kemudian bertanya kepada Umar. ”Apakah benar ketika Anda membeli kuda itu keadaannya sehat dan tidak cacat? Umar menjawab singkat, ”Benar”.

Liburan Bertema Penuh Makna

Syuraih pun segera memberikan putusan terhadap perkara tersebut. Ia menyatakan bahwa Khalifah Umar tidak berhak meminta ganti kepada si penjual kuda karena ketika bertransaksi, kuda itu dalam keadaan sehat dan tidak cacat.

Bachtiar
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat