fbpx

Ketika Pasangan Mengagumi Orang Lain

Ketika Pasangan Mengagumi Orang Lain

Dalam kehidupan berumah tangga, kadang terlintas godaan saat suami mengagumi wanita lain. Begitu juga saat istri mengagumi pria lain.

Perasaan kagum suami/istri terhadap laki-laki/perempuan lain. Ini bukan tentang perselingkuhan, bukan pula tentang seseorang yang jatuh cinta dengan pihak ketiga. Ini adalah bab seseorang mengagumi pribadi orang lain. Saat suami mengagumi wanita lain dan saat istri mngegumi pria lain bukan dalam hal cinta.

Perasaan kagum ini adalah sesuatu yang sangat wajar dan manusiawi, karena memang ada sebab-sebab yang membuat seseorang pantas dikagumi. Misalnya, ada perempuan yang sangat cantik atau ada laki-laki yang sangat gagah.

Terhadap realitas ini banyak laki-laki/perempuan bisa terkagum-kagum dibuatnya. Ini sangat natural karena hal tersebut mudah terlihat mata tanpa harus lama-lama memandangnya.

Perasaan kagum tidak selalu dengan sesuatu yang sifatnya fisik, tetapi bisa pula terhadap yang bersifat ruhaniyah (bercorak spiritual). Misalnya, ada laki-laki/perempuan yang selain gagah/cantik juga tampak demikian shalih, ahli ibadah, alim, dan lain-lain, maka bisa menimbulkan rasa saat suami mengagumi wanita lain dan istri mengagumi pria lain.

Ketika Kekaguman Diekspresikan

Perasaan saat suami mengagumi wanita lain dan istri mengagumi pria lain yang pada awalnya adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi, bisa berubah menjadi problematika yang bisa merusak kebahagiaan keluarga, ketika perasaan tersebut diekspresikan di hadapan pasangan. Ekspresi kekaguman yang berlebihan, membuat pasangan merasa dibandingkan, bahkan diremehkan.

Ketika kekaguman diekspresikan di hadapan pasangan, bisa menyulut kecemburuan dan kemarahannya. Apalagi ketika ekspresi kekaguman itu konsisten ditujukan kepada seseorang yang sama.

Suami/istri merasa sakit hati karena pasangan memuji-muji laki-laki/perempuan lain, padahal tidak pernah atau jarang memuji dirinya. Pasangan bisa jadi merasa tersisih, terbandingkan, dan dikalahkan. Atau merasa pasangannya telah tergoda oleh laki-laki/perempuan lain, sehingga mulai terbangun amarah dan dendam.

Realitas Objektif vs Penangkapan Subjektif

Kalimat kekaguman yang secara normatif mungkin memang benar (objektif), sering secara subjektif dirasakan berbeda oleh pasangan. Realitas objektifnya, orang tersebut memang layak dikagumi, tetapi secara subjektif, hal itu menyebabkan pasangan merasa dibandingkan.

Kalimat, “Subhanallah, cantik sekali cewek itu,” dirasakan seolah, “Subhanallah, cantik sekali cewek itu. Enggak kayak kamu.” Kalimat, “Enggak kayak kamu,” itu tidak mesti terucapkan, tetapi sudah bisa dirasakan seperti itu oleh pasangan. Apalagi ketika memang kalimat tersebut benar-benar diucapkan, pasti akan sangat menyakitkan hati pasangan, kendati realitas objektifnya bisa jadi memang seperti itu.

Jadi, memang ada perasaan tertentu yang harus disembunyikan dari pasangan, salah satunya perasaan kagum kepada laki-laki/perempuan lain.

Taufik
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat