Penerbit Smart Media adalah bidang usaha penerbitan buku PT Smart Media Prima. Penerbit Smart Media siap menerbitkan buku yang inspiratif dan islami dari semua kalangan dengan berbagai genre. Saat ini, Penerbit Smart Media telah memiliki ratusan judul buku yang dapat dinikmati oleh beragam segmen pembaca, mulai dari buku agama, keluarga, remaja, hingga anak-anak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Belajar Menjadi Pencemburu yang Baik

Judul Buku        : Cemburu Hingga Ajal

Pengarang          : Supomo

Penerbit              : PT SMART MEDIA PRIMA

Tahun Terbit     : 2018

Tebal                     : x + 186 halaman

ISBN                     : 978-602-51864-0-0

Harga                   : Rp. 49.500

Nabi Dawud memiliki kecemburuan yang besar pada istri beliau. Jika dia pergi, pintu-pintu rumahnya di kunci. Tidak seorang pun yang datang kepada keluarganya sampai dia pulang. Demikian Supomo menulis pembuka untuk salah satu bab dalam buku ini.

Sejak dahulu, sifat cemburu sudah menjadi hal yang lazim untuk dimiliki oleh manusia. Bahkan, oleh seorang nabi sekalipun, sebab cemburu sejatinya fitrah setiap manusia yang tertanam di dalam hati.

Ada yang bilang, konon, cemburu adalah bukti cinta—khususnya cinta seorang suami kepada sang istri, atau sebaliknya. Jika tiada cemburu; suami merasa biasa saja saat melihat istri bepergian dengan lelaki lain, yakinkah masih ada cinta?

Di satu sisi, cemburu merupakan tolok ukur rasa cinta—meski tak selalu. Di sisi lain, cemburu bisa menjadi prahara. Semua bergantung pada kemampuan dalam mengolah rasa ini.

Sangat menarik, Supomo mampu mengolah tema yang demikian sederhana menjadi ulasan penuh makna yang kaya akan hikmah. Selain itu, tentu saja ulasan ini sangat related dan dekat dengan kehidupan kita. Siapa orang di dunia ini yang tidak pernah merasa cemburu?

Membaca buku ini, setidaknya ada satu pelajaran berharga yang akan Anda dapat. Cara terbaik mengelola rasa cemburu, sampai datangnya ajal, agar melahirkan tanda suka, bukan nestapa.

Cemburu Hingga Ajal bukan satu-satunya kisah renyah yang sarat hikmah, Supomo telah mempersembahkan rangkuman dari kejadian-kejadian lain yang berserak di sekitar kita. Kadang-kadang, ini luput dari perhatian, padahal jika dikulik lebih dalam, ada nilai-nilai ‘seharga berlian’ yang mampu mengasah kepekaan kita hingga menjadi sosok yang kian bijaksana dalam menjalani kehidupan.

Lowongan Menjadi Pahlawan, Meraih Pahala dari Sedekah Orang Lain, Tidak Ada Bujangan di Surga, dan 53 artikel ringan lain yang ditulis Supomo dari masa ke masa, dan secara berkala dimuat dalam Majalah Hadiladari 2006-2013, akan mengaduk-aduk rasa para pembaca. Sesekali, ia membuat bahagia luar biasa, dan beberapa kejap selanjutnya ia dapat menguras air mata.

Bahasa yang digunakan pun populer, membuat pembaca menjadi mudah untuk memahami setiap pelajaran yang hendak dituturkan penulis, baik secara tersirat ataupun tersurat. Apalagi, buku ini merupakan debut Supomo, setelah sekian lama ia terjun dalam dunia kepenulisan—telah menulis ratusan artikel islami yang dipublikasikan oleh beberapa media.

Latar belakangnya sebagai alumnus Fakultas Sastra yang aktif menjadi pegiat sosial membuat karya-karyanya menjadi sangat manusiawi. Tidak ada yang berlebihan, semua pas pada porsinya masing-masing, dan tentu saja menyentuh nurani.

Kisah-kisah sederhana dalam Cemburu Hingga Ajal ini pun menggambarkan gejolak kehidupan dari waktu ke waktu. Hal ini merupakan akibat dari kelahiran setiap tulisan yang sama sekali tidak prematur. Kurun waktu yang panjang membuat Supomo jauh lebih leluasa menjaring dan mengolah ide-ide dari sekelilingnya menjadi sesuatu yang brilian.

Siapa yang berpikir untuk membuka sebuah lowongan menjadi pahlawan di zaman kemerdekaan ini? Siapa juga yang berpikir untuk ‘mengklaim’ pahala dari amalan yang dilakukan oleh orang lain? Hal-hal yang tampak tidak mungkin, oleh Supomo, dibuat mungkin berdasar kenyataan-kenyataan yang amat dekat dengan kehidupan siapa saja.

Terakhir, selamat menikmati perspektif baru dari kejadian-kejadian kecil di sekeliling Anda. Selamat berperang dengan perasaan, dan mengakui betapa besar kuasa-Nya. []

WhatsApp chat