Hukum Mengambil Keuntungan 100 Persen atau Lebih dalam Perdagangan

Hukum Mengambil Keuntungan 100 Persen atau Lebih dalam Perdagangan

Hadila.co.id – Assalamu’alaikum. Ustazah, apakah kita dalam jual beli boleh mengambil keuntungan 100%, apakah itu masuk riba meski pembeli pun mau dan tidak mempermasalahkan? Mohon penjelasannya. Syukron.  

Wa’alaikumussalaam Wr. Wb.

Dasar berbisnis dalam syara’ hukumnya adalah mubah atau boleh, sebagaimana disebutkan dalam kaidah fikih: “al-ashlufilmu’amalati al-ibaahah”. Termasuk juga dalam mengambil keuntungan dari jual beli, baik jasa maupun barang.

Dalam jual beli atau bisnis, tidak ada satu nash pun yang membatasi margin keuntungan yang boleh diambil, apakah itu 5%, 10%, 25%, 50% atau 100%.  Sehingga berapapun yang kita ambil dari keuntungan jual beli itu diperbolehkan selama tidak mengandung unsur-unsur keharaman dan kezaliman, seperti; ghisy (kecurangan), ghurur (penipuan), dan maisir (maksiat).

Lakukan Hal Ini jika Orangtua Sering Bertengkar karena Kondisi Ekonomi

Hal ini pernah terjadi di masa Rasulullah Saw, dimana salah seorang sahabat beliau yang bernama Urwah bin Abil Jaid al-Bariqi diberi uang oleh Rasulullah sebanyak satu dinar untuk membeli kambing kurban. Dengan uang itu ia membeli dua ekor kambing seharga satu dinar. Sebelum pulang ia menjual salah satunya dengan harga satu dinar (untung 100%). Ia lalu datang kepada Nabi dengan membawa seekor kambing dan uang satu dinar dan menceritakan kejadian itu.

Bachtiar
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat