Ancaman Allah untuk Orang yang Tidak Puasa Tanpa Udzur

Ancaman Allah untuk Orang yang Tidak Puasa Tanpa Udzur

Hadila.co.id Berpuasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi setiap muslim, bahkan puasa adalah salah satu dari rukun Islam, bersama dengan syahadat, salat, zakat, dan haji. Oleh karena itu seorang muslim wajib berpuasa kecuali ia memiliki udzur. Lalu bagaimana jika seseorang tidak puasa tanpa udzur, apakah ia melanggar rukun iman.

Udzur syar’i adalah hal yang menyebabkan seseorang tidak dapat atau diperbolehkan oleh Allah untuk tidak berpuasa namun hari mengqadha atau membayar fidyah. Oleh karena itu tidak puasa tanpa udzur dianggap sebagai dosa karena ia mengabaikan rukun Islam.

Selain dianggap sebagai dosa, tidak puasa tanpa udzur juga mendapat ancaman tersendiri karena merupakan dosa besar.

Hukum Memakai Obat Asma Tetes Mata dan Telinga saat Puasa

Meninggalkan puasa karena mengingkari kewajibannya, tidak syak lagi, merupakan perbuatan kufur dan pelakunya murtad dari Islam menurut ijma’ (aklamasi) kaum muslimin.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah berkata tentang orang yang mengingkari kewajibannya:

“Umat telah ijma’ atas wajibnya puasa Ramadhan. Dia merupakan salah satu rukun Islam yang telah diketahui secara pasti dari agama, yang mengingkarinya adalah kafir dan murtad dari Islam.” (Fiqhus Sunnah, 1/433. Darul Kitab Al Arabi).

Lalu, bagaimana bagi orang yang tidak puasa tanpa udzur, yaitu orang yang meninggalkan puasa karena sengaja dan kemalasan, bukan karena udzur (sakit, safar, hamil dan menyusui, nifas, tua bangka, pikun, pekerja keras)  namun dia masih meyakininya sebagai kewajiban dan bagian dari rukun Islam. Maka, menurut zhahir hadits berikut ini dia juga kafir.

Benarkah Mencium Istri Membatalkan Puasa Walaupun Tidak Sampai Jima

Dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Tali Islam dan kaidah-kaidah agama ada tiga, di atasnya lah agama Islam difondasikan, dan barang siapa yang meninggalkannya satu saja, maka dia kafir dan darahnya halal ( untuk dibunuh), (yakni): syahadat laa ilaaha illallah, shalat wajib, dan puasa Ramadhan.” (H.R. Abu Yaala dan Ad Dailami dishahihkan oleh Adz Dzahabi. Berkata Hammad bin Zaid: aku tidak mengetahui melainkan hadits ini  telah dimarfukan kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Al Haitsami mengatakan sanadnya hasan, Majma Az Zawaid, 1/48. Darul Kutub Al Ilmiyah)

Bachtiar
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat