Spiritualis dalam Bekerja

Spiritualis dalam Bekerja

Hadila.co.id Mas Syaiful adalah salah satu teman dekat Panji. Ia hanya seorang laki-laki biasa yang profesinya pedagang kecil-kecilan. Ia menjual majalah dan agen buku-buku agama. Ia juga memiliki kesibukan lain, mengajar di beberapa pengajian dan sesekali menjadi mentor di sekolah untuk pembinaan akhlak dan kepribadian.

Meskipun begitu Mas Syaiful memiliki wawasan yang luas. Isu politik, ekonomi dan masalah sosial selalu ia cermati. Termasuk juga bidang pemasaran Literatur Arab juga menjadi koleksinya yang tidak kalah penting. Dari Mas Syaiful juga Panji mendapat masukan banyak hal tentang pentingnya spiritualitas dalam bidang pemasaran.

“Spiritualitas hampir tak henti diperbincangkan. Seiring perkembangan pemikiran manusia, spiritualitas semakin diakui keberadaannya. Padahal selama ini banyak ilmuwan bahkan masyarakat, khususnya Barat, hampir mengabaikan dan tak mengakui keberadaannya.” Mas Syaiful memulai penjelasannya kepada Panji.

Hidup Baru

“Oh iya Mas, saya mengerti. Beberapa tahun silam, misalnya, dunia psikologi geger dengan ditemukannya sebuah kecerdasan baru dalam diri manusia. Manusia ternyata tak hanya memiliki dua kecerdasan, intelektual (IQ) dan emosional (EQ). Ia juga memiliki kecerdasan spiritual (SQ). Ditandai dengan adanya titik Tuhan (God spot) di dalam otak.“ ujar Panji.

“Dan di era pasar global sekarang ini, etika dan nilai-nilai spiritual juga tumbuh dari negeri Barat, menjadi panduan untuk menjalankan roda perusahaan dan organiasi modern. Pengusaha dan para eksekutif perusahaan menghadirkan jiwa dan hatinya dalam bekerja. Mereka sangat menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual” jelas Mas Syaiful.

Panji menyadari sejarah tokoh-tokoh bisnis dunia. Mereka telah mampu meraih kesuksesan dalam bisnis, tanpa mengorbankan keseimbangan dan keselarasan hidup. Maka mereka menjadi sejahtera tidak saja secara finansial, melainkan juga secara spiritual.

Seperti halnya dengan Nabi Muhammad SAW yang telah mempraktikkan bersama para sahabat, bagaimana melakukan aktivitas bisnis dalam bingkai ajaran agama. Bahkan ajaran Islam telah menempatkan bahwa mencari nafkah dan bekerja adalah bagian integral dari ibadah. Bahkan banyak kemuliaan yang diberikan kepada pekerja daripada orang yang hanya beribadah saja. Pebisnis yang jujur disetarakan dengan mujahid yang berjuang untuk agama. Mulai sekarang, cerdaskan spiritual Anda.

 

(Sumber: Majalah Hadila Edisi Mei 2014)

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos