Sayangi Anak-Anak, Hormati Orang Tua

Sayangi Anak-Anak, Hormati Orang Tua

Ibnu Baththal, dalam Syarh Shahih Al-Bukhari, menuturkan bahwa menyayangi anak kecil, memeluk, mencium, dan bersikap lemah lembut kepadanya termasuk amalan yang diridai oleh Allah Swt dan mendatangkan rahmat dari-Nya. Tak heran bila suatu ketika, Rasulullah Saw mencium cucu beliau, Hasan putra Ali Ra sebagaimana diceritakan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Saat itu, ada Aqra’ bin Habis At-Tamimy. “‎Aku punya 10 orang anak, tidak seorangpun dari mereka yang pernah kucium,” kata Aqra’. Mendengar itu, Rasulullah Saw langsung bersabda, “Siapa yang tidak menyayangi, maka tidak dirahmati/disayangi.”

Sedangkan di antara bentuk hormati orang tua, ialah birrul walidain (berbakti kepada kedua orangtua). Berbakti kepada kedua orangtua ini bisa dilakukan dengan cara memuliakan, berbuat baik, tidak membentak, dan berdoa untuknya. Allah Swt berfirman,

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S. Al-Isra’ (17): 23-24).

Dalam pergaulan masyarakat luas, pesan agung Rasulullah Saw ini sangat diperlukan agar masyarakat bisa tumbuh kokoh dan kuat penuh kedamaian. Lebih-lebih dewasa ini, saat hubungan sosial kehilangan norma dan tatanannya. Tak sedikit anak-anak yang tidak lagi hormati orang tua, guru, dan para pemimpin. Sebaliknya, tak jarang anak-anak, yang seharusnya mendapatkan kasih sayang, tersia-sia, bahkan menjadi korban kekerasan, pelecehan, dan eksploitasi.

Hadis ini semakin menegaskan kepada semua manusia bahwa agama Islam mengajarkan kedamaian, saling mengasihi, dan saling menghormati. Agama Islam tidak mengajarkan kekerasan dan permusuhan. Wallaahu a’lam.

[Penulis: Tamim Aziz, Lc., M.P.I., Pengasuh Pondok Pesantren Ulin Nuha Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Dimuat di Majalah Hadila Edisi Juni 2017]

Taufik
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat