Kisah Keikhlasan dari Sepotong Roti

Kisah Keikhlasan dari Sepotong Roti
Kisah sepotong rotiSumber: Freepik

Pada saatnya kita akan ditolong oleh kebaikan yang kita lakukan. Maka ikhlaskan saat melakukan kebaikan maupun ketika ditimpa kesulitan. (Spiritual Problem Solving, Solikhin Abu Izzuddin)

Sepotong roti ternyata bisa menjadi tameng dari berbagai tindakan jahat dan tipu muslihat. Yang penting bukan rotinya itu sendiri tetapi keikhlasan kita dalam beramal meski hanya dengan sepotong roti. Jangan diremehkan.

Sepotong roti yang dilakukan dengan ikhlas bisa menyelamatkan dari tipu daya yang ganas. Jangan engkau remehkan sekecil apa pun dari kebaikan meskipun sekadar memberikan sepotong roti, karena bisa jadi roti itu yang akan menjadi tameng dari kejahatan yang menghampiri.

Ketika kita diberikan kesempatan untuk berbuat baik, segera lakukan kebaikan itu tanpa kita tunda-tunda. Karena orang yang menunda kebaikan untuk mendapatkan kesempatan yang lebih besar itu, termasuk orang yang terpedaya.

Bisa beramal saleh sesungguhnya merupakan kenikmatan dan kelezatan iman. Karena tidak semua orang diberikan kesempatan untuk bisa beramal saleh. Nah, ketika kesempatan amal itu datang mari kita ambil bagian agar tidak terjadi penyesalan dan terjaga keistikamahan dalam kebaikan. Meski hanya dengan sepotong roti.

Kisah seorang lelaki yang didengki tetapi selamat karena bertameng sepotong roti. Maka jangan diremehkan meski hanya mampu beramal dengan sepotong roti.

Di dalam kitab Kisah-Kisah Inspiratif, Syaikh Muhammad Al Arifi mengisahkan bahwa ada seorang menteri penduduk sungai Eufrat yang berperilaku jahat. Dia dibuat resah oleh teman-temannya. Hatinya gundah. Jiwanya gelisah karena sebuah rasa bersalah. Mereka berkata, “Ada teman yang melihatnya pada suatu hari dan menemuinya.”

Menteri itu kemudian bertanya tentang lelaki tersebut dan kemudian dia berkata, “Wahai Fulan, bagaimana kisahmu dengan roti itu?”

Lelaki yang ditanya balik bertanya, “Roti yang mana yang engkau maksudkan?”

Dia berkata, “Ceritakan saja padaku, apakah engkau memiliki kisah dengan sepotong roti?”

Lelaki itu menjawab, “Benar. Aku punya kisah tentang sepotong roti. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.”

Ifa
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat