fbpx

Wasiat Allah Sepanjang Masa (Bagian 5)

Wasiat Allah Sepanjang Masa (Bagian 5)

Hadila.co.id — “Katakan (Muhammad), ‘Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak, dan janganlah membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. Janganlah kamu mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti. Janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat sampai dia dewasa. Sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kamu berbicara, maka bicaralah dengan adil sekalipun dia adalah kerabatmu dan penuhilah janji Allah. Demikianlah Allah memerintahkanmu agar kamu ingat.’ Sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka, ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan lain yang akan menceraiberaikanmu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkanmu agar kamu bertakwa.”

[Q.S. Al-An‘am (6): 151-153]

Melanjutkan pembahasan sebelumnya, berikut tiga lagi wasiat yang akan menjamin keberadaan takwa dalam diri manusia sehingga akan membuat kita terjauh dari jalan kesesatan dan perpecahan.

8. Berkata adil kepada setiap orang (dalam menetapkan hukum di antara mereka)

Berlaku adil dalam segala keadaan kepada setiap orang merupakan perkara wajib. Berlaku adil dalam menetapkan hukum di antara manusia merupakan kewajiban yang tidak bisa ditawar serta tidak ada dispensasi maupun uzur. Tentunya, perlakuan adil di sini adalah secara zahir dan dalam batas-batas kemanusiaan.

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah ketika menjadi saksi dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Q.S. Al-Maa’idah (5): 8]

Namun, tidak berarti keadilan selalu identik dengan hukum. Sehingga, hanya mereka yang bersangkutan dengan hukum saja seolah yang wajib berkata dan berlaku adil. Perlakuan adil semestinya menjadi perhiasan dalam setiap sikap dan tindakan manusia. Suami berlaku adil kepada istri dan sebaliknya, orang tua kepada anaknya dan sebaliknya, dan seterusnya.

Redaksi
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat