Wasiat Allah Sepanjang Masa (Bagian 2)

Wasiat Allah Sepanjang Masa (Bagian 2)

Hadila.co.id — Wasiat Allah sepanjang masa. Melanjutkan pembahasan sebelumnya Wasiat Allah Sepanjang Masa (Bagian 1), berikut wasiat yang akan menjamin keberadaan takwa dalam diri manusia sehingga akan membuat kita terjauh dari jalan kesesatan dan perpecahan.

2. Berbuat baik terhadap kedua orangtua.

Perintah berbuat baik kepada kedua orangtua (birrul walidain) menempati posisi kedua setelah perintah taat kepada Allah. Cukup banyak ayat Al-Quran yang menyandingkan perintah beribadah dengan birrul walidain ini. Saking pentingnya berbuat baik pada orangtua, perbedaan agama, ideologi, apalagi hanya sebatas sikap atau perilaku bukan halangan untuk berbuat baik kepada orangtua. Pelanggaran terhadap wasiat ini, meski sedikit, bisa dikategorikan sebagai dosa yang berbahaya.

Allah Swt. berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Luqman [31]: 14-15)

3. Tidak membunuh anak-anak karena takut miskin.

Kemiskinan terkadang membuat seseorang gelap mata dan tidak dapat memfungsikan rasionya secara cermat. Hal inilah di antara sebab pemicu terjadinya berbagai bentuk kriminalitas, perbuatan asusila, serta kejahatan moral dan sosial lainnya seperti yang saat ini sepertinya sedang merajarela.

Karena itu, Allah Swt. memperingatkan manusia agar tidak terjebak dalam rancun cara berpikir ala jahiliah yang senantiasa menyalahkan Tuhan dan kehidupan manakala nasibnya menderita. Dia menganggap bahwa dirinya sendirilah yang mengatur hidupnya. Dia merasa dirinya yang menentukan sedikit banyaknya rezeki yang didapat. Padahal, semua itu adalah kekeliruan yang nyata. Jelas hanya Allah yang telah menjamin rezeki seluruh makhluk yang terlahir di muka bumi ini sehingga tidak perlu ada yang ditakutkan dengan masa depan. Jatah rezeki sudah disiapkan untuk setiap makhluk yang diperintahkan untuk berikhtiar guna menjemputnya.

Admin Hadila
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat