Safar yang Diperbolehkan untuk Tidak Puasa saat Ramadan

Safar yang Diperbolehkan untuk Tidak Puasa saat Ramadan

Hadila.co.id Di bulan Ramadan, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim yang ada di dunia untuk menjalankan ibadah puasa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Meski begitu Allah juga memberi keringanan kepada beberapa orang untuk tidak berpuasa, seperti orang yang melakukan safar boleh tidak tidak puasa, kemudian wanita hamil, ibu menyusui, dll.

Meski begitu orang yang safar juga memiliki ketentuan sendiri agar diperbolehkan oleh Allah untuk tidak berpuasa. Oleh sebab itu seorang muslim yang hendak bersafar ada baiknya untuk mengetahui apakah dirinya termasuk orang yang sedang safar yang diperbolehkan tidak berpuasa atau tidak.

Tips Puasa untuk Penderita Tekanan Darah Rendah

Safar yang sudah boleh untuk mengqashar shalat, maka dia boleh untuk tidak berpuasa dan diganti di hari lain. Walau pun dalam safarnya itu dia tidak kelelahan, misal safar dengan pesawat, kereta api yang nyaman ber-AC tanpa kemacetan. Sebab yang menjadi dasar bukanlah itu, tetapi jarak tempuh safar itu sendiri. Sarana safar tidaklah menganulir adanya keringanan untuk tidak berpuasa.

Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah mengatakan: “Safar yg membuat bolehnya tidak puasa adalah safar yang juga menyebabkan boleh qasharnya shalat. Rentang waktunya pun sama dengan rentang waktu dibolehkannya qashar.”(Fiqhus Sunnah, 1/444).

Keluarga Wafat Meninggalkan Hutang Puasa, Kerabat Harus Bagaimana?

Syaikh Muhammad bin Haail Madhajiy Hafizhahullah berkata: “Maka, dibolehkan berbuka bagi musafir walau dia menggunakan pesawat terbang atau mobil ber-AC, atau diwaktu musim dingin, dan dibolehkan bagi musafir yang menggunakan pesawat terbang untuk berbuka atau Qashar dalam perjalanan yang hanya menempuh waktu 1 jam saja atau kurang dari 1 jam, jika memang itu dinamakan safar dan jaraknya sudah pantas untuk Qashar.” (Ahkam An Nawaazil fi Ash Shiyam)

Dalam rujukan yang lain: “Ya, disaat safar boleh baginya berbuka puasa, baik safarnya dengan pesawat terbang, kapal laut, atau mobil, jika memang safar tersebut layak disebut dengan “safar”, maka dia boleh berbuka.” (Fatawa Nuur ‘Alad Darb no. 256). Demikian. Wallahu a’lam. <Ustadz Farid Nu’man>

Join Channel: bit.ly/1Tu7OaC
Fanpage: https://facebook.com/ustadzfaridnuman
Kunjungi website resmi: alfahmu.id

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos