Hadila.co.id – Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga dapat diperkuat dengan stimulasi tumbuh kembang sejak masa bayi.
Salah satu bentuk stimulasi sederhana yang dapat dilakukan oleh keluarga adalah pijat bayi dengan teknik yang tepat.
Melihat pentingnya stimulasi dini tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Surakarta melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pijat bayi bagi kader Posyandu di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.
Tim pengabdian dipimpin oleh Dwi Kurniawati, SST., M.Kes. dari Jurusan Fisioterapi sebagai ketua pelaksana, dan Afrianti Wahyu Widiarti, SST., M.Kes. dari Jurusan Fisioterapi sebagai anggota tim.
Kegiatan ini mengusung tema “Penyuluhan dan Pelatihan Pijat Bayi sebagai Upaya Mendukung Pencegahan Stunting.”
Kader Posyandu dipilih sebagai sasaran utama karena memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat di tingkat desa.
Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan daya tahan tubuh anak.
Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan sedini mungkin melalui berbagai pendekatan promotif dan preventif.
Pijat bayi menjadi salah satu bentuk stimulasi yang dapat dilakukan sejak masa bayi. Selain memberikan stimulasi melalui sentuhan, aktivitas ini juga dapat menjadi sarana untuk mempererat interaksi antara orang tua dan bayi.
Melalui sentuhan yang dilakukan secara tepat dan teratur, bayi memperoleh input sensorik yang mendukung proses tumbuh kembang.
Dalam kegiatan Pengabmas ini, kader tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai manfaat pijat bayi, tetapi juga dilatih agar mampu mempraktikkan teknik pijat bayi dengan benar.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap di bulan Juli–Agustus 2026, agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan bidan wilayah dan tokoh masyarakat, pendataan kader Posyandu sebagai peserta, penyuluhan mengenai stunting, pelatihan teknik pijat bayi, praktik langsung, serta evaluasi pemahaman dan keterampilan peserta.
Pada tahap pelatihan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai stimulasi tumbuh kembang, manfaat pijat bayi, serta demonstrasi teknik yang benar.
Peserta kemudian melakukan praktik langsung dengan pendampingan tim. Dengan demikian, kader diharapkan tidak hanya memahami pijat bayi sebagai materi pelatihan, tetapi juga memiliki keterampilan untuk menyampaikan edukasi kepada warga secara tepat.
Kader Posyandu memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Peningkatan kapasitas kader diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai pentingnya stimulasi tumbuh kembang bayi.
Dengan keterampilan yang diperoleh, kader dapat membantu memberikan informasi kepada orang tua mengenai praktik pijat bayi yang aman dan tepat.
Selanjutnya, stimulasi tersebut diharapkan dapat dilakukan secara mandiri oleh keluarga di rumah.
Secara keseluruhan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktik dan meningkatkan pemahaman kader mengenai teknik pijat bayi yang aman dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui stimulasi pijat bayi.
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan keluarga.
Melalui penguatan kapasitas kader, pengetahuan dan keterampilan mengenai stimulasi bayi diharapkan dapat terus diteruskan kepada masyarakat.
Dengan demikian, upaya menjaga tumbuh kembang anak dapat dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan masyarakat desa.
Pijat bayi bukanlah satu-satunya intervensi pencegahan stunting, tetapi dapat menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif yang menempatkan keluarga serta masyarakat sebagai bagian penting dari upaya kesehatan anak.
Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Surakarta menyampaikan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Surakarta atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, Pemerintah dan Bidan Wilayah Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Kader Posyandu Desa Ngargorejo, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. <>




















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *