Poltekkes Kemenkes Surakarta Berdayakan Kader dan Lansia Tohudan Cegah Nyeri Punggung Bawah Melalui Core Stability Exercise

Poltekkes Kemenkes Surakarta Berdayakan Kader dan Lansia Tohudan Cegah Nyeri Punggung Bawah Melalui Core Stability Exercise

Hadila.co.id Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surakarta (Sugiono, Ftr., M.H.Kes. dan Noerdjanah, S.Pd., M.Pd.) melaksanakan kegiatan pemberdayaan kader dan masyarakat dalam upaya promotif dan preventif pada kondisi nyeri punggung bawah kronis non-spesifik di Posyandu Lansia Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pengetahuan masyarakat, khususnya lansia, mengenai cara mencegah dan mengurangi keluhan nyeri punggung bawah.

Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas fisik dan kemampuan fungsional, sehingga diperlukan edukasi serta latihan yang dapat diterapkan secara aman di masyarakat.

Program diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 8 kader dan 22 masyarakat/lansia.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari koordinasi dengan mitra, identifikasi permasalahan, penyuluhan mengenai nyeri punggung bawah kronis non spesifik, hingga demonstrasi dan pendampingan praktik core stability exercise.

Dalam kegiatan penyuluhan, peserta memperoleh edukasi mengenai pengertian nyeri punggung bawah, faktor risiko, upaya pencegahan, kebiasaan aman dalam aktivitas sehari-hari, serta pentingnya tetap melakukan aktivitas fisik.

Peserta juga memperoleh leaflet edukasi yang dapat digunakan sebagai panduan setelah kegiatan selesai.

Selain edukasi, peserta mendapatkan demonstrasi dan praktik langsung core stability exercise dengan pendampingan tim.

Peserta mempraktikkan latihan secara langsung dan memperoleh koreksi terhadap teknik gerakan sehingga latihan dapat dilakukan dengan lebih tepat dan aman.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta telah mengikuti rangkaian edukasi dan memperoleh pengalaman praktik langsung dalam upaya mencegah dan mengurangi nyeri punggung bawah.

Selama proses pendampingan, kemampuan peserta dalam melakukan core stability exercise semakin meningkat, termasuk dalam memahami teknik dan melakukan gerakan dengan lebih mandiri.

Pada tahap akhir kegiatan juga dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, kemampuan peserta melakukan latihan, serta kondisi nyeri menggunakan QVAS.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta semakin mampu melakukan latihan secara mandiri sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengelolaan keluhan nyeri punggung bawah. 

Kader kesehatan turut dilibatkan sebagai penggerak dan pendamping masyarakat.

Pelibatan kader menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan program agar edukasi dan latihan yang telah diberikan dapat diterapkan kembali dalam kegiatan Posyandu Lansia.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan punggung serta memiliki keterampilan melakukan latihan secara mandiri.

Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi Poltekkes Kemenkes Surakarta dalam mendekatkan ilmu dan pelayanan fisioterapi kepada masyarakat.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat berharap pemberdayaan kader dan masyarakat dapat terus berlanjut, sehingga upaya pencegahan dan pengurangan keluhan nyeri punggung bawah dapat dilakukan secara mandiri dan berkesinambungan di tingkat masyarakat. <>

Ibnu
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos