David Misra: Merawat Ladang Dakwah di Dunia Perhotelan

Di SMK Negeri 1 Tambun Selatan, seorang pendidik sedang merawat ladangnya. Dunia perhotelan mungkin identik dengan kemewahan dan pelayanan. Namun, bagi David Misra, Kepala Program Jurusan Perhotelan di sekolah tersebut, dunia adalah ladang dakwah, termasuk dalam pekerjaan.

Di balik itu, rupanya perjalanan karier David tidaklah linier. “Sebenarnya pendidikan saya S-1 Pendidikan Ekonomi dan S-2 Pendidikan Bahasa Inggris. Saya aslinya guru kewirausahaan. Tapi pada tahun 2017, saya ikut program Guru Keahlian Ganda dari Presiden,” jelas David.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya keputusan berpindah haluan pun diambil. Dunia perhotelan dahulu menurutnya mengasyikkan. “Awalnya saya pikir dunia hotel itu indah dan gemerlap. Tapi setelah terjun, saya kemudian melihat sisi gelap-terangnya,” kenang David.

Di balik penampilan rapi dan semangatnya, tersimpan sebuah kekecewaan yang mendalam. Tuntutan dalam pekerjaannya sering kali bertentangan dengan norma agama. “Terenyuh sekali saya, beberapa murid saya harus melepas jilbab saat menjalani Praktik Kerja Lapangan di hotel,” ungkap David.

Kekecewaan inilah yang melahirkan mimpi besarnya, “Saya selalu memberi dorongan kepada mereka agar suatu hari bisa membuka lebih banyak hotel syariah. Iya, supaya tamu bisa berwisata religi dan karyawan bisa bekerja tanpa meninggalkan kewajiban ibadahnya,” jelas David tulus.

Pria religius ini rupanya sudah aktif sebagai anggota remaja masjid sejak SD. Dari sana, David kemudian berani naik podium untuk berpidato hingga aktif di rohis ketika SMA. Perjalanan ini mengantarkannya menemukan pemahaman bahwa jilbab adalah kewajiban, bukan untuk dibuka-tutup sesuka hati.

Kepedulian sosial dan semangat David tidak berhenti di ruang kelas. Melalui kegemaran membaca dan tertarik dengan majalah Hadila, ia kemudian mengenal Lembaga Amil Zakat SOLOPEDULI. Sejak tahun 2013, ia sudah konsisten menjadi donatur, bahkan aktif mengajak rekannya ikut serta.

David meyakini bahwa dosa adalah salah satu penghalang rezeki. Selain dari donasi yang rutin ia tunaikan melalui SOLOPEDULI, bertobat dan beristigfar adalah kunci utama. Ia juga membiasakan diri mengubah setiap kalimatnya menjadi lebih positif. Tokoh yang menginspirasinya adalah Nasrullah, penulis best seller buku Rahasia Magnet Rezeki dan super trainer “Magnet Rezeki”.

Sebelum terjun di dunia kerja, tak lupa David membekali siswanya dengan berbagai pesan untuk tidak meninggalkan ibadah, “Yang dipercepat itu gerakan sebelum dan sesudah salat, bukan salatnya. Perbanyak zikir agar terjaga dari sisi gelap hotel, seperti miras dan pergaulan bebas.”

Ia berharap pekerjaan di dunia perhotelan tidak kemudian melenakan muridnya dalam arus duniawi. “Semoga kita semua bisa istikamah untuk menyiarkan din ini. Insyaallah dengan menyebarkan kebaikan, kebaikan itu akan datang juga pada diri kita,” jelas David.

Di tengah kesibukannya menjabat sebagai kepala program, David terus menyisipkan dakwah melalui kelas mata pelajaran Housekeeping dan Laundry yang masih ia ampu. Selain itu, ia juga mengelola Warmindo Hotel, sebuah unit usaha jurusan yang dikelola langsung oleh guru dan siswa perhotelan.

David adalah potret pendidik yang melampaui batas kurikulum. Ia menutup perbincangannya dengan sebuah pesan mendalam, “Hidup ini cuma sekali, hiduplah yang berarti. Kalau tidak bisa memberikan manfaat, minimal jangan menyebar racun,” pungkas David. <>

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos