Pemuda dan Kemajuan Peradaban

Pemuda dan Kemajuan Peradaban

Masa perjuangan pergerakan kebangsaan telah melahirkan tokoh-tokoh pemuda seperti HOS. Cokroaminoto, A. Wahab Hasbullah, Mas Mansur, Muhammad Natsir, A. Wahid Hasyim, A. Kahar Mudzakir, Sudirman, Bung  Tomo, Soekarno, Muhammad Hatta, Muhammad Yamin, dan Syahrir, Mereka hadir sebagai kekuatan yang berjasa dalam mengantar bangsa Indonesia ke gerbang kemerdekaan.

Setelah Indonesia merdeka, kiprah pemuda tidak berhenti dan berlanjut dalam pergerakan tahun 1966 yang meruntuhkan Orde Lama, serta pergerakan mahasiswa tahun 1998 yang berhasil menumbangkan Orde Baru serta melahirkan reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa pemuda selama ini aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa.

Inspirasi Masa Kini

Indonesia membutuhkan pemuda yang selalu berpikir positif, kreatif, inovatif, produktif dan peka terhadap lingkungan sekitar. Pemuda-pemuda hebat itu tidak menjadi seseorang yang memiliki kapabilitas luar biasa dengan sendirinya. Mereka menjalani proses dan menghadapi tantangan dengan kesungguhan jiwa. Dengan sikap kritis dan idealismenya, para pemuda menjadi entitas penting pendorong masyarakat ke arah transformasi sosial.

Saat ini pemuda sudah tidak lagi berada di zaman kolonial. Mereka sudah memasuki era milenial. Perbedaan yang menjadi ciri khas pemuda milenial dengan pemuda era kolonial adalah perkembangan teknologi informasi dan dunia digital. Inilah salah satu letak perubahan tantangan generasi muda “zaman now” yang dapat dijadikan patokan merubah keadaan bangsa dalam berbagai sektor.

Saat ini bangsa Indonesia dihadapkan beberapa problem serius, seperti narkoba, kesenjangan sosial, korupsi, pengangguran, serta rendahnya kualitas pendidikan. Pemuda sudah saatnya berbenah, mengingat zaman dan tantangan sudah berubah. Akan tetapi, perubahan yang dilakukan tetap dalam kerangka menjaga nilai-nilai kebangsaan yang sudah terbangun sejak lama.

Sudah saatnya para pemuda Indonesia zaman now bangkit dengan semangat kemajuan dan kesadaran akan tanggung jawab yang dipikulnya. Pemuda perlu hadir untuk terus mengawal nilai-nilai luhur bangsa, melakukan kontrol sosial, menjadi agen perubahan sosial, serta menyiapkan diri menjadi pemimpin di masa kini dan masa depan. Keempat hal tersebut adalah tugas kesejarahan yang melekat pada sosok pemuda sebagai pewaris sekaligus penerus peradaban. Wallhu ‘alam bishawab. <>

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat