Menjadi  Orangtua Cerdas Literasi

Menjadi  Orangtua Cerdas Literasi

Hadila.co.id — Di Indonesia, kami meniadakan TV dengan landasan pemahaman akan bahayanya yang luar biasa. Sedangkan jika di Inggris, kami merasa aman menghidupkan TV pada jam tertentu. Kami juga melarang PS (playstation) di rumah dan membelikan Hp sederhana, bukan smartphone. Bahaya kecanduan game dan mudahnya mengakses internet dari smartphone menjadi landasan kami.

Landasannya adalah membantu tumbuh kembang mereka secara sehat dan maksimal. Kami tidak ingin otak mereka rusak. Bagaimana pun juga, berbagai kejadian remaja menyiksa, memperkosa, dan membunuh hampir pasti dilakukan anak yang otaknya rusak oleh kecanduan pornografi dan game.

Di sisi lain, kami tidak ingin mereka menjadi buta akan dunia. Oleh karenanya beberapa hal kami lakukan sebagai ikhtiar penjagaan. Hal pertama yang saya camkan pada anak-anak adalah bahaya luar biasa kecanduan di atas. Mereka dan saya membaca artikel ilmiah populer tentang kecanduan. Anak akan lebih mudah menerima apa yang disampaikan guru atau artikel.

Saya juga sampaikan tanda-tanda kecanduan. Kesepakatan kami, mereka boleh main game dengan batasan waktu dan tidak sampai kecanduan. Jika kecanduan, mereka harus bersedia ‘dipisahkan’ dari game. Sudah dua kali, satu anak ‘dipaksa pisah’ dengan game karena nampak tanda-tanda kecanduan. Awalnya dia menolak kenyataan jika dia sudah masuk kategri candu. kedua dia bisa tertawa melepaskan diri dari komputer.

Saya pahamkan bahaya pornografi dan kemungkinan ‘kecelakaan’ melihatnya. Di rumah, mereka bisa menggunakan akses internet saya, di sekolah pun demikian. Email dan semua data media sosial mereka juga bisa saya akses. Setiap chatting dengan mereka via media sosial, saya selalu mengingatkan lagi akan bahasa pornografi.

Semuanya adalah usaha saya menghindari bahaya era digital dengan tetap memberikan ruang berkreasi bagi mereka; berselancar di media sosial dalam dosis rendah, memahami tanda bahaya website hingga mengerti cara menghindarinya. Di sisi lain, saya tumbuhkan kebanggaan pada dunia analog yang anti mainsream. Seperti tape recorder untuk menghapal Quran dan madding sekolah.

Anak meniru orangtua. Jika mereka lihat orangtuanya sibuk bergadget, asyik berselancar di dunia maya, tidak hati-hati terhadap pornografi, anak akan terbawa. Kita menuai yang kita semi.

Ingin anak cerdas bemedia era digital? Jadilah orangtua cerdas lebih dulu dan praktikkan perilaku sehat bermedia. Lalu berdoalah yang banyak. Minta yang Maha Pelindung melindungi anak cucu kita. Dialah Yang Maha Kuat.

Penulis: Maemon Herawati

Majalah Hadila Edisi November 2015

Tema: Digital Parenting

Admin Hadila
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat