Cara Meyakinkan Diri dan Orang Tua saat Ragu Menikah dengan Duda

Cara Meyakinkan Diri dan Orang Tua saat Ragu Menikah dengan Duda

Hadila.co.id Menikah adalah suatu ibadah bagi seorang muslim dan muslimah yang taat. bagi umat Islam menikah adalah ibadah seumur hidup. Ya, menikah adalah proses penyatuan sepasang laki-laki dan perempuan di bawah proses ijab qabul. Tak hanya menyatukan dua orang lajang, menikah juga bisa menyatukan seorang duda atau janda dengan seorang yang masih lajang dan belum pernah menikah.

Bagi sebagian muslimah terkadang mereka mendapat jodoh seorang duda, baik duda karena cerai atau karena istrinya sudah meninggal. Menikah dengan duda menimbulkan keraguan tersendiri untuk seorang muslimah, terlebih jika duda tersebut sudah memiliki anak.

Ibu Rumah Tangga atau Ibu Bekerja, Semua Pilihan Ada Konsekuensinya

Banyak muslimah ragu ketika hendak menikah dengan duda, kadang mereka ragu dengan status si pria, ragu dengan masa lalu si pria, dll. Di sisi lain kita seorang wanita telah yakin menikah dengan pria duda, keraguan justru datang dari orang tua, lalu bagaimana cara meyakinkan orang tua?

Saudariku yang baik, berumah tangga harus kita niatkan untuk selamanya. Sehingga kita harus yakin seyakin-yakinnya bahwa pilihan kita adalah orang yang tepat.

Jika perempuan harus yakin bahwa orang yang akan menikahinya adalah laki-laki yang baik agamanya, taat kepada perintah Allah, bertanggung jawab, penyayang dan bisa menjadi pemimpin keluarganya.

Cara Membangun Kembali Kepercayaan Pasangan Kita, Diantaranya dengan Menurunkan Ego

Jika Anda sudah yakin bahwa laki-laki tersebut memenuhi kriteria dasar sebagai seorang suami, maka silakan yakinkan orang tua. Caranya gimana?

Pertama, ketahui latar belakang kegagalan dia membina rumah tangga. Apa andilnya dalam perpisahan itu. Anda harus cermat dan meyikapi ini secara objektif. Artinya jangan hanya mendengar dari sepihak saja.

Dalam hal ini, dari dia. Karena bisa jadi orang yang ada niat menikahi Anda, ada upaya ‘membersihkan diri’. Sehingga terlihat tidak bersalah dalam perpisahan itu. Carilah informasi sebanyak-banyaknya juga lewat orang lain yang faham latar belakang mengapa dia gagal berumah tangga.

Pria Wajib Sadari dan Lakukan Hal Ini saat Tergoda dengan Wanita Lain

Kedua, setelah mengetahui alasan kegagalannya berumah tangga, jadikan bahan evaluasi sekaligus bekal berumah tangga agar permasalahan serupa tidak terjadi dalam rumah tangga Anda kelak.

Bertanyalah kepada mereka yang sudah berumah tangga untuk lebih valid dalam mengevaluasi. Tentu saja tidak semata-mata menyebut nama tetapi yang terpenting adalah penyikapan terbaik dalam menghadapi masalah rumah tangga.

Sadari 5 Hal Ini agar Hubungan Pernikahan Anda Tidak Terasa Hambar

Ketiga, jika Anda sudah yakin dengan alasan mengapa dia gagal berumah tangga, maka susunlah kalimat yang bisa membuat orang tua mengerti dan memahami, sehingga bisa memaklumi. Jelaskan latar belakang kegagalannya, kemudian yakinkan bahwa hal tersebut insya Allah tidak akan terulang di rumah tangga Anda kelak.

Sampaikan kelebihan-kelebihannya, agar lebih meyakinkan orang tua Anda. Sikap yang meyakinkan dan gesture tubuh yang mantap menjadi faktor pendorong berhasilnya sebuah komunikasi atau negosiasi.

Selebihnya, mohonkan yang terbaik kepada Allah. Demikian yang saya sampaikan, semoga bermanfaat.<>

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos