Menara Utama Masjid Taman Sriwedari Topping Off, Warga Diajak Ikut Serta Danai Pembangunan

Menara Utama Masjid Taman Sriwedari Topping Off, Warga Diajak Ikut Serta Danai Pembangunan
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta, Ahmad Purnomo (ketujuh dari kanan), bersama para panitia dan pelaksana berpose di puncak menara utama setinggi 104 meter, Jumat (12/4/2019).

SOLO, HADILA – Pembangunan Konstruksi menara utama Masjid Taman Sriwedari setinggi 104 meter yang merupakan tertinggi di Indonesia, Jumat (12/4/2019) memasuki topping off. Selanjutnya, PT Wijaya Karya selaku kontraktor akan menyempurnakannya hingga setinggi 114 meter.

“Alhamdulillah, pembangunan menara utama masjid ini memasuki topping off (penyempurnaan) dengan lancar dan zero accident, sehingga kami nanti tinggal melanjutkan pembangunan hingga ke atap,” kata Pemimpin Proyek Pembangunan Masjid Taman Sriwedari, Agung Budiarto, saat acara seremoni Topping Off di kompleks pembangunan Masjid Sriwedari, Jumat (12/4/2019).

Agung menjelaskan, pekerjaan pembangunan menara utama Masjid Taman Sriwedari ini adalah yang paling krusial. “Kami membangun sejak awal Maret, dan harus dilaksanakan 24 jam non stop, dan Alhamdulillah hari ini sudah selesai mencapai 104 meter sehingga tinggal penyempuraan penutupan atap, topping off,” paparnya.

Dengan selesainya pembangunan menara utama itu, menurut Agung pihaknya tinggal menyelesaikan pembangunan Masjid Taman Sriwedari secara keseluruhan yang sekarang ini telah mencapai 36%. “Capain ini juga lebih cepat 7% dari yang seharusnya. Jika semuanya lancar, kami berharap pembangunan Masjid akan selesai pertengahan tahun 2020 mendatang.”

Pembangunan Masjid Taman Sriwedari dilihat dari Menara Utama setinggi 104 meter yang kemarin memasuki masa topping off

Sementara itu Ketua Panitia Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo, Ahmad Purnomo yang juga Wakil Walikota Solo dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid yang diharapkan menjadi ikon pemersatu umat di Kota Solo ini.

“Saya mengajak bukan hanya panitia bidang dana, namun seluruh panitia dan bahkan masyarakat Surakarta pada umumnya untuk ikut nyengkuyung pembangunan masjid ini dengan menyisihkan dananya,” kata Purnomo.

Keikutsertaan masyarakat Surakarta dan sekitarnya dalam mendanai pembangunan itu, menurut Purnomo, dimaksudkan sebagai upaya agar masyarakat merasa ikut serta memiliki masjid tersebut jika nanti sudah selesai pembangunannya. “Kalau dalam bahasa Jawa, melu handarbeni. Hal ini tentu penting untuk memakmurkan masjid nantinya,” tambah Purnomo.

Pelibatan masyarakat  secara luas dalam penghimpunan dana ini juga diharapkan akan mempercepat penyelesaian pembangunan masjid. (*)

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos