Membangun Keluarga

Membangun Keluarga

Hadila.co.id – Membangun keluarga, bisa jadi sangat sederhana, tapi bisa juga sangat rumit. Lagi-lagi, lingkungan banyak memengaruhi. Dari kecil, saya sering didongengi proses pertemuan Umak dan Papa (dijodohkan), cita-cita SMP Umak, pengorbanan Umak untuk adik-adik dst. Menjadi saksi naik turunnya kekompakan Papa dan Umak. Segala onak dan duri. Tapi, tidak pernah melihat suara dua-duanya lebih keras dari biasa.

Dengan demikian, saya tidak terlalu tertarik punya pacar. Lovie dovie bukan pada kata-kata berbunga, tapi sosok lelaki yang menimbakan air untuk istrinya. Bukan pada janji, ‘Kita akan nikah insyaAllah. Saya akan berjuang meyakinkan Ibu saya, dst..’ lalu memaksakan proses tak jelas sekian bulan, berujung pelarian tak bertanggung jawab. True love adalah, ‘Saya akan datang pada Bapak minggu depan.’

Banyak gadis mensyaratkan kerja mapan, sarjana sebagai syarat calon suami karena yang dicari mereka adalah ‘terjaminnya’ masa depan. Tapi, Pemilik masa depan adalah Allah. Seseorang yang punya karier tinggi bisa jadi berhenti dari pekerjaan, kecelakaan, dst. Lagipula, membangun bersama jauh lebih nikmat.

Dekat di Mata Jauh di Hati

Banyak juga yang mencari calon suami romantis ala pemuda Korea yang pandai merawat penampilan. Maka, nampaknya, prioritas sang pemuda lebih pada yang di permukaan. Cemasnya, saat dikau sudah keriput dan lemah, pemuda yang sudah jadi lelaki mapan itu mencari yang muda dan cantik.

Lebih baik cari lelaki sederhana, menjaga diri, takut pada Rabbnya. InsyaAllah walau diawal akan banyak cekcok karena dia tak paham pentingnya ucapan selamat dan hadiah bunga, dia akan belajar. Lagipula, dirimu juga akan sadar, ternyata uang beli bunga lebih baik untuk beli susu anak.

Bachtiar
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat