Kisah Umair bin Wahb Masuk Islam saat ingin Membunuh Rasul

Kisah Umair bin Wahb Masuk Islam saat ingin Membunuh Rasul

Hadila.co.id Usai perang Badar, banyak kaum Quraisy menjadi tawanan tentara muslimin. Salah satunya, putra Umair bin Wahb.

Karena kebenciannya terhadap Rasulullah Saw, dalam perbincangannya dengan Sofwan bin Umayyah, Umair berkata: “Seandainya bukan karena hutang-hutang dan keluarga yang aku takutkan nasib mereka sepeninggalku, tentulah akan kudatangi Muhammad dan membunuhnya.”

Sofwan dengan kebencian yang sama berkata, “Wahai Umair, aku yang akan membayar hutang dan menanggung keluargamu, andai engkau membunuh Muhammad.”

Kisah Anas bin Nadhar, Kecewa yang Menjadi Cita-cita

“Baik, rahasiakanlah apa yang kita bicarakan ini,” ucap Umair, yang diiyakan Sofwan sebagai janji. Umair pun ke Madinah; menaiki kendaraannya, menyandang pedang.

Tanpa di duga Umar bin Khathab dan beberapa sahabat melihat Umair. Sontak Umar berkata: “Inilah musuh Allah, dia tidak datang kesini kecuali dengan niat buruk.” Umar lalu menemui Rasulullah Saw dan berkata; “Wahai Nabiyullah, Umair bin Wahb datang kepada kita dengan pedangnya.”

Rasulullah Saw meminta agar Umair dibiarkan masuk. Umar berkata kepada para sahabat, “Masukkanlah Umair menemui Rasulullah dan berhati-hatilah kalian darinya.”

Kisah Seorang Mualaf yang Mendapat Hidayah Lewat Sholawat

Ketika melihat Umair, Rasulullah bertanya: “Apa yang membuatmu datang ke sini wahai Umair?” Umair menjawab, “Aku datang untuk anakku yang kamu tawan. Berbuat baiklah padanya.” Rasulullah Saw bertanya kembali, “Jujurlah padaku, apa tujuanmu!” Umair menjawab, “Aku ke sini untuk mengatakan itu saja.”

Rasulullah Saw menegaskan, “Bukan. Kamu dan Sofwan bin Umayyah telah membicarakanku. Kamu mengatakan ‘Andai aku tidak punya hutang dan tanggungan keluarga tentu aku akan pergi dan membunuh Muhammad’. Maka Sofwan menanggung seluruh hutang dan keluargamu, asal engkau membunuhku. Maka, Allah adalah pengawas antara dirimu dan hal itu.”

Kisah Ibrahim bin Adham, Penebak Harga Surga

Begitu Rasulullah usai berucap, Umair gemetar takjub lalu berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Selama ini kami selalu mendustakan semua wahyu dan berita dari langit yang engkau bawa. Dan ternyata yang aku alami bersama Sofwan, diketahui pula olehmu.

Padahal, tidak ada orang lain selain kami berdua. Demi Allah tidak ada yang memberikan informasi tentang kejadian ini kepadamu kecuali Allah. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuknya kepadaku. Sehingga aku masuk Islam.”

Rasulullah Saw meminta para sahabat untuk melepaskan anak Umair, dan berpesan pada Umair: “Ajarilah saudara-saudaramu dengan agama ini. Bacakanlah kepada mereka Alquran.” <dbs>

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos