fbpx

Ketika Jodoh Tak Kunjung Datang

Ketika Jodoh Tak Kunjung Datang

Berbicara masalah jodoh, adalah berbicara mengenai pemahaman tentang sesuatu yang sifatnya misterius tetapi nyata, benar dan logis penjabarannya. Demikian simpulan Hadila saat berbincang hangat bersama Rabi’ah Al Adawiyah, S.H, penggagas Sekolah Pra Nikah (SPN) Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih. Berikut perbincangan lengkap kami dengan ibu 5 anak yang juga owner toko kue Lezati ini:

 Bagaimana memahami jodoh, dalam perspektif yang benar?

Mengenai jodoh, beberapa hal harus kita pahami. Pertama, bahwa jodoh ada di tangan Allah seperti halnya ketentuan mengenai rezeki dan umur. Siapa, kapan, bagaimana bertemu, ada dalam kuasa Allah. Tak perlu risau, karena jodoh masing-masing orang telah disiapkan oleh Allah. Sehingga yang perlu dilakukan adalah menjemputnya.

Kedua, yang tersirat dari kata jodoh adalah keniscayaan adanya perbedaan. Dalam banyak hal, Allah memberikan perumpamaan mengenai jodoh/ pasangan. Siang berpasangan dengan malam, barat dengan timur, laki-laki dengan perempuan. Berjodoh berarti berkumpulnya dua orang/hal yang berbeda. Baru kemudian dalam interaksi setelah pernikahan muncul persamaan. Hal ini memerlukan pemahaman dan kesiapan, agar saat jodoh datang dapat tercipta keharmonisan pada kehidupan selanjutnya.

 Bagaimana kemudian cara menjemput jodoh dari tangan Allah?

Ya karena ada dalam kekuasaan Allah, yang pertama diketuk adalah keridaan Allah. Meski jodoh adalah bagian dari qada dan qadar Allah, tetapi Islam bukan agama fatalis (meniadakan harapan dan usaha).

Dalam konsep keimanan, iman kepada qada dan qadar ada di urutan terakhir. Ini menyiratkan bahwa kita memiliki kesempatan untuk mengusahakan setiap hal dalam hidup kita. Tentu saja dengan panduan 5 konsep keimanan diawalnya. Saat kita telah ‘selesai’, dengan kelima konsep itu, maka insyaAllah kita pasti akan dapat menerima konsep qada dan qadar dengan legowo. Saat 5 keimanan sehat, maka qada dan qadar Allah hanya indah adanya.

Mengenai cara, banyak amalan bisa dilakukan untuk dapat mengetuk keridaan Allah, atas rezeki jodoh. Salah satunya dengan memperbanyak Salat Duha. Pada dasarnya, semua amal ibadah kita, bisa kita jadikan wasilah kepada Allah untuk memohon. Asal tidak ‘mendikte’ Allah. Sah saja, saat kita senantiasa menjaga diri, beribadah, melakukan amalan-amalan istimewa, kemudian mewasilahkannya atas sebuah permohonan.

Apakah mempersiapkan diri untuk menikah adalah bagian dari ‘permohonan’ jodoh kepada Allah?

Redaksi
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat