fbpx

Ketika Istri Menuntut Cerai

Ketika Istri Menuntut Cerai
Saling diamsumber: Santri News

Tanya:

Asalamualaikum. Saya suami umur 48 tahun, menikah sudah 27 tahun. Selama 25 tahun saya ditantang cerai sama istri. Namun karena saya punya anak dua , permintaan cerai enggak saya tanggapi. Tapi sekarang saya sudah tidak tahan dan sudah enam bulan ini kami berdua pisah ranjang dan tak tegur sapa.

 Semua ini terjadi karena banyak faktor antara lain gaya hidup. Istri ingin hidup mewah sedangkan saya sebagai suami ingin sederhana, yang penting anak-anak bisa sekolah. Bagaimana sikap saya menghadapi istri yang begini dan menurut agama Islam status kami berdua ini bagaimana. Atas sarannya saya ucapkan terima kasih.

Jawab:

Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya menjawab dari pertanyaan kedua dulu bahwa status pernikahan Bapak dengan istri masih sah. Hak dan kewajiban sebagai suami istri masih tetap berlaku.

Dari masalah yang Bapak sampaikan sebenarnya masalah intinya adalah masalah komunikasi. Karena antara Bapak dan ibu masih berada pada posisi masing-masing. Bapak melihat istri ingin bergaya hidup mewah,di sisi lain istri melihat Bapak belum bisa memenuhi keinginan istri. Sebenarnya di dalam rumah tangga kunci keharmonisan itu adalah keterpaduan. Memadukan dua budaya, dua karakter, dua kebiasaan , dua gaya hidup , dua selera. Jika sudah berumah tangga maka suami istri harus meleburkan diri. Tidak ada lagi aku dan kamu. Yang ada adalah kita.

Meleburkan diri ini seperti kita menelungkupkan kedua tangan kita. Tangan kiri bertemu dengan tangan kanan kemudian bersatu dalam satu genggaman. Masing-masing jari mengisi celah yang kosong dari pasangannya sehingga terjadi kemelekatan, peleburan. Jika kita melihat secara sekilas hampir-hampir kita tidak bisa membedakan mana jari tangan kanan dan mana jari tangan kiri.

Bagaimana aplikasi cara meleburkan diri atau memadukan dua orang yang berbeda ini ?

Saya ambil contoh sederhana misalnya dalam hal selera makan. Bapak menyukai makanan pedas sedangkan istri tidak suka. Maka ketika sudah berumah tangga solusinya perlahan-lahan suami menurunkan level pedasnya. Misalnya yang semula menyukai level pedas 10 mulai menurunkan ke level 8. Istri pun demikian, dari level 0 naik ke level 2. Ini bisa dilakukan dengan melonggarkan hati, demi orang yang dicintai.

Karena jika cinta, apa pun akan dilakukan. Apalagi hanya menurunkan atau menaikkan level pedas. Jika sudah terbiasa si level 8, Bapak menurunkan lagi ke level 5. Sedangkan istri menaikkan lagi ke level 5. Maka di titik level 5 inilah yang disebut dengan keterpaduan. Di sinilah titik keharmonisan itu didapatkan.

Hal ini juga berlaku untuk hal lainnya. Seperti yang Bapak sampaikan terjadi perbedaan pandangan tentang gaya hidup antara Bapak dan istri, artinya Bapak masih berada di sebelah kanan dan ibu masih berada di sebelah kiri. Belum bertemu pada titik yang sama. Apa yang seharusnya dilakukan agar terjadi keharmonisan ?

Ifa
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat