Kelebihan Uang di Kasir, Bagaimana Hukumnya?

Kelebihan Uang di Kasir, Bagaimana Hukumnya?
Sumber foto: pixabay.com

Assalamualaikum. Saya bekerja sebagai kasir. Misalkan dalam perhitungan uang ada lebih, tetapi tidak tahu itu uang dari mana (pemiliknya tidak diketahui), kemudian uang tersebut disimpan dan diinfakkan. Bagaimana hukumnya? (08564059xxxx)

Jawaban oleh Ustazah Nursilaturahmah (pengajar Mahad Abu Bakar)

  Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saudari penanya yang dimuliakan Allah Swt. Syariat Islam datang dengan kebaikan yang meliputi segala sesuatu. Memerhatikan kebahagiaan di dunia dan akhirat, memperbaiki keadaan masyarakat baik secara individu maupun kolektif. Syariat Islam adalah syariat yang menjamin keamanan harta, kehormatan, dan segala sisi kehidupan. Islam mewanti-wanti umatnya tentang bahaya harta dan fitnahnya. Banyak ayat dan hadis yang memberikan warning dalam masalah ini agar kita tidak terjerumus pada dosa dan kemaksiatan hingga terjerumus pada api neraka. Rasulullah Saw bersabda,“Sesungguhnya pada setiap umat (kaum) ada fitnah (yang merusak/menyesatkan mereka) dan fitnah (pada) umatku adalah harta” (H.R. Bukhari)

Allah Swt juga memberikan rambu-rambu dalam firman–Nya, “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu merupakan fitnah (bagimu), dan di sisi Allah lah pahala yang besar.” (Q.S. At-Taghabun (64): 15).

Allah Swt juga berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (Q.S. An-Nisaa (4): 29).

Dan ditambahkan juga dalam firman-Nya, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Q.S. Al-Baqarah (2): 168)

Dari beberapa ayat di atas sangat jelas sekali bahwa kita tidak diperkenankan untuk memperoleh harta benda kecuali dengan cara yang baik. Dan tidak diperbolehkan memanfaatkan atau pun mengambil harta orang lain kecuali dengan izin pemiliknya. Rasulullah juga bersabda, “Tidaklah halal memanfaatkan harta milik seorang muslim kecuali dengan kerelaan hatinya.” (H.R. Ahmad dari Anas bin Malik)

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kaum muslimin itu haram diganggu.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Posts Carousel

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat