Jajanan dan Masa Depan

Jajanan dan Masa Depan

Hadila.co.id Menarik sekali membaca tulisan Karta Raharja seorang wartawan Koran Republika bahwa kesibukan di tempat kerja membuat banyak orang tua melupakan asupan gizi untuk buah hatinya. Tidak banyak ibu apalagi ayah di Indonesia, khususnya kota-kota megapolitan seperti DKI Jakarta, yang membawakan anak-anaknya bekal makanan untuk disantap di sekolah.

Kebanyakan orang tua tidak mau repot lalu menjadikan uang jajan sebagai solusi. Padahal, memberikan uang jajan berlebih, membuka lebih banyak peluang bagi anak untuk membeli jajanan di sekolah yang kebanyakan menggandung zat berbahaya bagi tubuh semacam formalin dan pewarna kain.

Tengok saja survei dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). 99 persen pelajar di Indonesia membeli jajan di sekolah. Artinya, hanya satu persen pelajar yang terbebas dari jeratan jajanan berbahaya di sekolah.

Fenomena jajanan berbahaya sebenarnya sudah berlangsung sangat lama di berbagai sekolah di Indonesia. Berbagai upaya juga sudah mulai dilakukan. Mulai dari keinginan Kemenkes untuk mengawasi dan juga mengedukasi agar menjual makanan yang sehat, hingga yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang akan berkoordinasi dengan Kemendagri selaku pembina Pemda seluruh Indonesia agar ada pengawasan terhadap penggunaan zat berbahaya secara terpadu.

Pemkab Purwakarta pun sudah sejak lama melarang anak jajan sembarangan di sekolah. Meski menimbulkan pertanyaan “akankah efektif?” hal ini perlu mendapat apresiasi.

Bachtiar
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat