HUT ke-75 PMI Nasional, JK akan Resmikan Politeknik Akbara

HUT ke-75 PMI Nasional, JK akan Resmikan Politeknik Akbara
Suasana jumpa pers menjelang HUT PMI Ke-75 di Politeknik Akbara Surakarta Jebres, Solo, Selasa (15/9/2020)

SOLO, HADILA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Palang Merah Indonesia (PMI) Nasional, Kamis (17/9/2020), dipusatkan di Solo. Rencananya, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kala secara online akan meresmikan Politeknik Akbara milik PMI Surakarta.

“Sebenarnya Pak JK sangat antusias untuk bisa hadir secara langsung dalam acara ini. Namun karena kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, beliau rencananya hany bisa melalui online. Yang sudah menyatakan hadir langsung adalah Bapak Gubernur Gandjar Pranowo,” kata Sekretaris PMI Surakarta Martono Hadinoto, dalam acara jumpa pers di Politeknik Akbara, kawasan Mojosongo, Jebres Solo, Selasa (15/9/2020).

PMI Kota Surakarta merupakan salah satu dari lima PMI Pelopor yakni Surabaya, Yogyakarta, Semarang dan Bandung yang berdiri tujuh bulan setelah PMI Pusat berdiri pada 17 September 1945. PMI Kota Surakarta diketuai pertama kali oleh dr. KRT. Padmonegoro. Sejak berdirinya, PMI kota Surakarta telah mengalami perpindahan beberapa kali.

Dalam penjelasannya lebih lanjut Direktur Politeknik Akbara, dr Titis Wahyuono M.Si, mengatakan bahwa dalam acara HUT ke-75 PMI tingkat nasional yang dilaksanakan di Kota Solo ini tidak lepas dari keberadaan Politeknik Akbara yang boleh dikatakan anak kandung dan dimiliki PMI Surakarta.

“Ini satu-satunya PMI di Indonesia yang memiliki lembaga pendidikan setingkat sarjana. Apalagi program studi yang dimiliki adalah istimewa, yaitu Teknologi Bank Darah, Digital Managemen, dan Managemen Penanggulangan Bencana,” kata dr Titis.

Politeknik Akbara ini, lanjut Titis, memang tidak bisa terlepas dari PMI Surakarta walaupun berada di bawah yayasan tersendiri namun sebagian besar pengelolanya adalah orang-orang yang sudah berkecimpung di PMI Surakarta.

Menurut dr Titis, PMI Solo selama ini memang dikenal sebagai PMI one of the best di Indonesia, termasuk dalam pelayanannya di Indonesia. “Hampir seluruh PMI di seluruh Indonesia pernah melakukan studi banding ke PMI Solo. Karena itulah waktu itu kita berpikir untuk membuat sekolah. Awalnya lembaga kursus dan pelatihan, tapi muridnya ternyata banyak juga,” kata dia.

Karena itulah, lanjut dr Titis, PMI Solo kemudian membangun Akademi Bank Darah yang disingkat Akbara. “Namun karena antusiasme masayarakat dan kami merasa mampu membangun perguruan tinggi yang sesuai dengan urusan PMI, yaitu pelayanan masyarakat dan kebencanaan, akhirnya kami menambah dua program studi yaitu Digital Managemen dan Managemen Penanggulangan Kebencanaan,” papar Titis.

Karena nama Akbara sudah terlanjur popular dan memasyarakat, menurut Tits, saat Akbara berubah menjadi Politeknik tetap diberi nama Politeknik Akbara yang kepanjangan dari Politeknik : Abdi Kemanusian untuk Bangsa dan Negara. (***)

 

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos