Hal-hal yang Sebaiknya Dilakukan Saat Ditinggal Melaksanakan Ibadah Haji

Hal-hal yang Sebaiknya Dilakukan Saat Ditinggal Melaksanakan Ibadah Haji

Hadila.co.id — Melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci sejatinya adalah memenuhi undangan Allah Swt. Banyak orang di seluruh penjuru dunia yang sebenarnya memiliki cukup bekal untuk melaksanakan ibadah haji, tetapi belum juga berangkat menunaikan salah satu rukun Islam tersebut. Jelas hal itu dikarenakan mereka belum mendapatkan “undangan” dari Allah untuk bertamu ke “rumah-Nya”.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan “undangan” dari Allah? Tidak ada jawaban pasti, tetapi yang jelas sebagai umat Islam yang taat kita harus senantiasa berada di jalan yang telah ditunjukkan Rasulullah Saw dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Saat tiba waktunya, setelah diiringi doa dan usaha, kita pasti mendapat “undangan” untuk mengunjungi Baitullah di Mekkah.

Musim haji kali ini, ratusan ribu jemaah asal Indonesia berkesempatan untuk mengunjungi “rumah Allah”. Hal ini tentu memberikan motivasi tersendiri di dalam diri kita untuk senantiasa berikhtiar agar suatu hari nanti juga bisa memenuhi panggilan Allah. Di samping itu, keberangkatan jemaah ke Tanah Suci juga menyisakan berbagai kisah haru bagi orang-orang yang ditinggalkan. Tentu di antara ratusan ribu jemaah tersebut, ada orang-orang yang sangat dekat dengan Sahabat. Mungkin orangtua, saudara, teman, atau kerabat lainnya. Untuk Sahabat yang saat ini sedang rindu dengan ayah, ibu, atau kerabat lainnya yang sedang berada di Tanah Suci, berikut ini ada beberapa hal yang bisa Sahabat lakukan.

Senantiasa Mendoakan

Ditinggalkan seseorang yang dekat dengan kita dalam kurun waktu yang cukup lama memang kerap menimbulkan kerinduan. Salah satu hal yang bisa kita lakukan agar senantiasa “terhubung” adalah melalui perantara Allah. Apalagi, kali ini kita ditinggal untuk melaksanakan ibadah haji, salah satu kewajiban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. Untuk itu, senantiasa berikan doa terbaik kepada orang-orang yang sahabat cintai tersebut setiap waktu. InsyaAllah perjalanan ibadah yang dilakukan akan berjalan lancar, dan Sahabat akan berjumpa kembali dengan mereka.

Cari Sosok Pengganti

Mencari sosok pengganti bukan berarti melupakan mereka yang sedang berada di Tanah Suci. Namun, sebagai manusia kita butuh sosok-sosok yang dapat menerima berbagai macam keluh kesah atau sekadar unek-unek yang sedang dirasakan. Ketika ditinggal haji oleh orang-orang terdekat kita—yang bisanya menjadi tempat berkeluh kesah, maka kita membutuhkan sosok yang bisa menggantikan posisi tersebut.

Misal Sahabat ditinggal orangtua berhaji, maka sahabat bisa menjadikan saudara, paman, bibi, atau kerabat lainnya sebagai tempat berbagi kisah. Membagi berbagai permasalahan yang dihadapi—walau belum tentu dapat menyelesaikannya—dapat meringankan beban. Jangan sampai karena Sahabat ditinggal berhaji, Sahabat justru menyimpan semua beban permasalahan yang dihadapi sendiri. Hal itu hanya akan membuat Sahabat kian terbebani. Tentu, orangtua yang saat ini sedang di Tanah Suci, tak ingin putra-putrinya di rumah menanggung banyak persoalan saat ditinggalkan.

Jika Sahabat merasa tak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi orangtua untuk berbagi cerita, Sahabat tetap bisa berkisah kepada Allah, sebab Allah adalah sebaik-baik tempat untuk mengadu. Ceritakan semua yang Sahabat rasakan tiap usai menjalankan salat, atau di waktu-waktu lain yang Sahabat rasa pas untuk melakukannya.

Lakukan Aktivitas Seperti Biasanya

Saat Sahabat ditinggalkan orang-orang terdekat berangkat haji, maka Sahabat tak boleh terlalu lama larut dalam keharuan. Bersedih adalah hal yang wajar, tetapi hal itu tak boleh sampai merubah pola kehidupan hingga mengarah pada hal-hal yang justru negatif.

Lakukan saja apa yang biasa Sahabat lakukan. Jadilah sosok yang lebih mandiri, sebab jika Sahabat ditinggalkan orangtua berhaji, maka untuk berbagai keperluan sehari-hari yang biasa dibantu orangtua, harus Sahabat lakukan sendiri.

Jika Sahabat hidup bersama saudara, maka saling tolong menolonglah untuk menyelesaikan berbagai macam urusan rumah tangga. Bagilah tugas untuk memasak, mencuci, membersihkan rumah, dan sebagainya dengan saudara. Lakukan semuanya dengan ikhlas.

Hindari perbuatan-perbuatan yang justru akan menimbulkan kecemasan berbagai pihak, khususnya orang-orang yang saat ini sedang di Tanah Suci. Jangan biarkan konsentrasi mereka pecah akibat memikirkan hal-hal yang terjadi di rumah.

Persiapkan Lebaran Tanpa Mereka

Saat ditinggal berhaji, dapat dipastikan Sahabat akan merayakan Hari Raya Idul Adha tanpa mereka. Jika saat itu tiba, persiapkan diri untuk menghadapi. Berangkatlah Salat Idul Adha sebagaimana biasanya. Jika memiliki kesempatan, tunaikan kurban. Intinya, jangan sampai Sahabat menunjukkan kesedihan yang mampu membuat orang-orang yang berada di Tanah Suci kehilangan konsentrasi beribadah.

Demikianlah Sahabat beberapa hal yang bisa dilakukan saat Sahabat ditinggal berangkat haji. Meski rindu selalu membuncah, tahanlah. Sahabat hanya perlu bertahan sebentar lagi untuk kembali berjumpa dengan orang-orang yang InsyaAllah akan menjadi haji mabrur. <>

Admin Hadila
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos