Bahaya Memanjakan Anak

Bahaya Memanjakan Anak
Ilustrasi Sumber: Freepik

Anak adalah anugerah besar sekaligus amanah dari Allah Ta’ala. Sewajarnya jika orang tua mencintai dan menyayangi anaknya, memberikan perhatian, fasilitas, memenuhi kebutuhan, dan melakukan yang terbaik bagi anak. Namun bentuk kasih sayang orang tua bukan menuruti semua keinginan anak.

Ketika orang tua memberikan anak terlalu banyak, anak menuntut lebih atau mengharapkan sesuatu secara berlebihan. Bahkan memiliki keinginan yang tidak masuk akal dan memaksakan kehendak, maka orang tua perlu mulai waspada, agar tidak masuk dalam jebakan memanjakan anak, dengan sikap berlebihan yang bisa berdampak buruk pada tumbuh kembang anak dan membahayakan masa depannya.

Dalam Al-Qur’an Surat Al An’am ayat 141, Ia berfirman, “Dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Tindakan orang tua yang berlebih-lebihan bisa nampak pada sikap segera berlari menyelamatkan dan tidak memberi kesempatan kepada anak untuk merasakan konsekuensi, tidak bisa membiarkan anak marah, atau sedih. Selalu mendahulukan kepentingan anak daripada kepentingan diri atau suami. Hidup berpusat pada anak dan mengorbankan segala hal untuknya, memenuhi segala permintaannya. Bahkan orang tua tidak berdaya mengucapkan kata “tidak”. Menyerah saat anak marah sehingga keputusan “tidak” menjadi “ya”. Sikap demikian akan memudahkan anak mendeteksi kelemahan orang tua dan anak akan memanfaatkannya untuk mendapatkan lebih banyak lagi keinginannya. Suatu saat bisa jadi orang tua kewalahan dan akan lebih sulit menghentikannya.

Membiarkan anak bersalah, berlaku kasar atau menyerang, bahkan membela anak meski ia bersalah dan justru mencari alasan untuk membelanya merupakan sederetan pola asuh orang tua yang perlu dihindari, agar anak tidak menjadi manja. Selalu membela anak bisa membuatnya ketergantungan. Abdullah bin Umar Ra berkata, “Didiklah anakmu, karena sesungguhnya engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai pendidikan dan pengajaran yang telah engkau berikan kepadanya. Dan dia juga akan ditanya mengenai kebaikan dirimu kepadanya serta ketaatannya kepada dirimu.”

Anak butuh cinta dan kasih sayang orang tua yang cukup. Tapi ada saatnya kita perlu mengizinkan anak bisa mengatasi masalahnya sendiri. Membimbing anak agar berani melakukan sesuatu sendiri dan menyelesaikan pekerjaan, membantu pekerjaan rumah meski ada pihak lain yang membantu di rumah. Orang tua perlu memberikan kesempatan pada  anak untuk berlatih dan belajar, mengenali fase dan proses, sehingga bisa melakukan sesuatu sendiri. Mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, menyapu, merapikan tempat tidur dan lemari bisa menjadi ajang melatih anak untuk mandiri, sehingga bisa merasakan kepuasan, kebanggaan, dan menambah kepercayaan pada diri sendiri ketika berhasil melakukan sesuatu.

Ifa
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat