fbpx

Saat Anak Menjadi “Musuh” Orang Tua, Bagaimana Penyelesaiannya?

Saat Anak Menjadi “Musuh” Orang Tua, Bagaimana Penyelesaiannya?

Oleh Mutoharun Jinan, Direktur Griya Parenting Surabaya

Tidak semua yang kita harapkan selalu terjadi pada diri kita. Sebagaimana harapan kita sebagai orang tua bagi anak-anak kita. Sering kita menginginkan mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang saleh, tetapi justru kenyataan mereka menjadi anak yang menggoda diri kita bahkan terkadang anak seolah menjadi musuh bagi kita.

Merasa sedih dengan kondisi di atas tentu wajar, tetapi kita tidak perlu merasa heran dengan kondisi ini. Bahkan Allah sendiri dalam Alquran Surah At Taghobun ayat 14 telah menjelaskan hal ini dengan gamblang. Namun yang menarik, Allah juga telah memberikan petunjuk penyelesaiannya, yaitu:

Pertama, memaafkan sikap dan perilaku yang kurang baik dari anak kita. Tugas ini bisa jadi berat bagi sebagian orang tua yang merasa sudah memberikan segalanya bagi anak tetapi justru mendapatkan balasan yang tidak layak dari anak mereka. Anak seolah menjadi musuh bagi kita. Tetapi dengan mengikhlaskan apa saja yang kita telah lakukan bagi anak dan tidak memandangnya sebagai perilaku baik yang harus dibalas oleh anak, insya Allah kita akan lebih mudah memaafkan anak. Mari kita lihat statement  ini, “Saat kita tidak bisa memaafkan kesalahan anak, berarti kita belum memberi rida kepada anak. Saat anak belum mendapatkan rida dari orang tua maka dia tidak akan pernah mendapatkan rida dari Allah, begitu pula dia juga tidak akan pernah mendapatkan hidayah-Nya sebagai prasyarat menjadi anak yang saleh.

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat