6 Cara Mengatasi Konflik dalam Rumah Tangga

6 Cara Mengatasi Konflik dalam Rumah Tangga

Hadila.co.id – Saat suami dan istri mulai memasuki konflik level satu, sesungguhnya tanda-tandanya sangat banyak dan mudah dikenali. Berikut adalah contoh gejala atau tanda-tanda konflik dalam rumah tangga:

Pertama, komunikasi macet total, atau mengalami hambatan yang parah. Istri tidak nyaman atau bahkan tidak berani berbicara kepada suami. Takut menyinggung, takut dimarahi, takut tidak ditanggapi. Demikian pula suami tidak nyaman atau tidak berani berbicara dengan istri. Takut tidak nyambung, takut salah paham, takut direspons dengan berlebihan.

Kedua, berada dalam suasana sensitif yang berlebihan. Suami dan istri cepat salah paham atas apa yang diucapkan atau diperbuat pasangan. Hal-hal sepele bisa berbuntut panjang, karena suami atau istri merasa diperlakukan secara tidak patut oleh pasangan. Hal-hal yang membuat tidak nyaman dibiarkan bertumpuk-tumpuk dan potensial menimbulkan ledakan pada suatu ketika nanti.

Ketiga, muncul suasana ketegangan hubungan. Saat suami berada di dekat istri, yang dirasakan adalah aura ketidaknyamanan. Demikian pula saat istri berada di dekat suami, lebih merasakan ketertekanan. Masing-masing merasa lebih nyaman saat sendirian, justru menjadi tegang dan tidak nyaman saat bersama pasangan.

Jika gejala konflik tingkat pertama ini sudah dirasakan, segeralah mencari jalan keluar. Jangan biarkan perasaan tidak nyaman kepada pasangan ini bercokol dan bertahan berlama-lama dalam jiwa. Itu akan sangat menyakitkan dan menyiksa hati serta perasaan. Bahkan dikhawatirkan lama-lama akan menggerogoti cinta yang sudah ditanam dalam dada. Segeralah keluar dari zona tidak nyaman ini, agar tidak membahayakan keharmonisan hubungan Anda bersama pasangan tercinta. Caranya, sederhana saja. Yang penting ada kemauan dari kedua belah pihak.

Pertama, cari waktu dan suasana yang tepat untuk bercengkerama berdua saja dengan pasangan. Mungkin di waktu malam saat anak-anak sudah tidur. Mungkin pada waktu libur di mana suasana tengah santai dan tidak lelah oleh urusan pekerjaan. Ketepatan memilih waktu dan suasana memiliki pengaruh yang besar dalam menentukan keberhasilan keluar dari konflik level satu.

Kedua, ajak pasangan Anda berbicara dari hati ke hati. Dalam suasana jiwa yang bening, pikiran yang jernih, dan hati yang tidak diliputi emosi, Anda berdua bisa berbincang dengan leluasa. Tidak penting tema pembicaraannya apa, karena tujuannya adalah memecah kebekuan yang terjadi selama ini. Mulai dari bicara hal-hal ringan-ringan saja terlebih dahulu. Yang penting kedua belah pihak sama-sama merasa nyaman dan happy saat berkomunikasi. Ini awal yang bagus untuk diteruskan lain kali.

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat