fbpx

4 Poin Penting Soal Pendidikan Seksual untuk Si Kecil

4 Poin Penting Soal Pendidikan Seksual untuk Si Kecil

Hadila.co.id — Beberapa waktu lalu, saya mendapat permintaan bantuan dari satu lembaga pemerintah yang menangani permasalahan perempuan dan anak, untuk mengevaluasi kondisi psikologis seorang anak korban pelecehan seksual. Saya hampir menangis saat bertemu dengannya, anak perempuan yang lucu (5 tahun). Anak ini dilecehkan oleh dua orang lelaki, tetangganya. Dengan polos dia bercerita tentang peristiwa yang menimpanya. Miris.

Orang jahat ada dimana-mana. Bahkan terkadang merupakan orang yang dikenal baik oleh korban. Inginnya, kita mengawasi anak-anak kita terus-menerus, tetapi tentu saja hal ini sulit. Maka perlu membekali anak dengan pendidikan seksual sedari dini, salah satunya agar dia bisa belajar melindungi dirinya sendiri.

Pendidikan seksual bagi sebagian masyarakat kita masih dianggap tabu, sehingga banyak orangtua yang memilih untuk menunggu sampai anaknya dianggap cukup besar. Padahal, mengingat kondisi saat ini, pendidikan seksual yang diberikan saat remaja tentu sudah terlambat. Anak-anak sekarang tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan masa kita dulu, Bunda.

Pendidikan seksual untuk anak usia dini, bentuknya sangat sederhana. Informasi yang diberikan adalah informasi umum yang bisa dicerna oleh otak “kecil” mereka. Berikut informasi apa saja yang bisa kita berikan kepada anak-anak usia dini kita.

Pertama, ajarkan untuk mengenali kemudian menjaga bagian tubuh mereka. Tidak boleh disentuh oleh orang lain tanpa seizin mereka, bahkan ayah dan bunda sekali pun, kecuali pada saat mandi. Bagian pribadi itu adalah mulut, dada, alat kelamin, dan pantat.

Kedua, biasakan anak-anak untuk uang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di tempat tertutup, agar tidak dilihat orang lain.

Ketiga, ada kalanya anak bertanya tentang darimana datangnya bayi. Jelaskan, bahwa bayi berada di perut bunda karena bunda sudah menikah dengan ayah. Bayi bermula dari telur yang ada di perut bunda, lalu tumbuh besar menjadi bayi. Gunakan gambar-gambar bayi di dalam kandungan yang banyak tersebar di internet untuk membantunya lebih paham.

Keempat,  biasakan anak untuk memakai pakaian yang menutup aurat. Anak perempuan saat memakai rok, bisa dipakaikan legging agar bagian pribadi tidak terbuka saat bermain. Ajarkan dia untuk merasa malu saat sedang tidak berpakaian dengan pantas.

Sederhana kan, Bunda? Seiring berjalannya usia dan tingkat pemahaman anak, pendidikan seksual yang diberikan pun lebih bervariasi. Semoga kita selalu dimudahkan untuk membimbing anak-anak kita. Wallahu ‘alam bish-shawwab.<Dimuat di Rubrik Kolom Bunda Majalah Hadila Edisi Desember 2016/ Rubrik diasuh oleh psikolog dari Universitas Negeri Malang, Pravissi Shanti MPsi. Sumber Foto: kabarnias.com >

Redaksi
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat