4 Cara Menikmati Kebahagiaan Keluarga

4 Cara Menikmati Kebahagiaan Keluarga

Oleh : Cahyadi Takariawan (Konselor Keluarga dari Jogja Family Center)

Hadila – Kehidupan berumah tangga sangatlah unik. Suami dan istri sebagai pembentuk utama sebuah keluarga, memiliki corak hubungan yang spesifik.

Hidup bersama dalam waktu yang lama tanpa ada pertukaran peran atau rotasi jabatan, sudah barang tentu banyak menimbulkan persoalan kejenuhan apabila tidak pandai mengelola dan menyegarkan suasananya. Sering dijumpai hal-hal kecil dan sederhana mudah memicu konflik dan pertengkaran di antara suami dan istri. Hal-hal sederhana yang secara logika dan akal sehat seharusnya tidak perlu dipersoalkan, dalam kehidupan keluarga justru bisa menimbulkan pertengkaran.

Suasana kebahagiaan yang sudah terbina begitu lama, terkadang mudah rusak oleh hal-hal kecil dan rutin yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak hal remeh dan sederhana yang bisa memicu pertengkaran suami istri, yang akhirnya merusak suasana kebahagiaan di antara mereka.

Pertama, perbedaan standar dalam kehidupan keseharian. Suami dan istri dilahirkan, dididik, dan dibiasakan dalam lingkungan yang berbeda. Masing-masing membawa standar dan kebiasaan yang berbeda dari rumah orang tuanya. Misalnya standar kebersihan dan kerapihan yang berbeda, standar tentang kemewahan dan kesederhanaan yang berbeda, standar tentang kedisiplinan dan toleransi yang berbeda. Hal ini kerap memicu pertengkaran antara suami dan istri.

Hendaknya suami dan istri mencoba saling memahami, tetapi juga berusaha saling berbagi. Mereka sudah memiliki keluarga sendiri, yang terlepas dan berbeda dari keluarga orang tua masing-masing. Mereka harus mencari dan menyepakati standar yang mereka gunakan dalam menata rumah tangga yang dibangun berdua.

Kedua, tuntutan romantisme ala medsos. Konon, banyak manusia zaman sekarang yang mudah terpengaruh oleh postingan medsos yang menghadirkan romantisme semu. Kisah cinta pasangan seleb yang kerap menampilkan kemesraan di media sosial, telah menghipnotis banyak pasangan suami istri, sehingga mereka memiliki harapan dan keinginan yang sangat tinggi akan kehidupan yang penuh nuansa roman. Sering kali hal ini menjadi tuntutan yang tidak mampu dipenuhi.

Keterpengaruhan dari postingan romantisme di medsos tersebut ternyata bisa membuat mereka menjadi tidak bahagia apabila tidak mendapatkan sentuhan romantisme seperti yang mereka lihat pada postingan banyak pasangan. Padahal itu hanya postingan, bercorak pencitraan, dan semu, bukan realitas yang sesungguhnya.

Mereka yang terlalu larut oleh tekanan romantisme medsos, bisa menjadi pesimis akan cinta, bahkan bisa sampai tingkat putus asa. Merasa tidak mendapatkan cinta dan romantisme dari pasangan, dan menuduh pasangannya tidak normal karena tidak bisa berlaku seperti lelaki lain yang sering dilihat di medsos.

Hiduplah di alam nyata. Bangunlah romantisme dengan pasangan tercinta. Jangan menjadikan foto dan quotes di medsos sebagai standar romantisme. Karena ada banyak wujud romantisme lainnya yang bisa Anda dapatkan dan Anda nikmati bersama pasangan.

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat