fbpx

Islam Mengisi Hampaku (Kisah Remaja 17 Tahun yang Yakin Menjadi Mualaf)

Islam Mengisi Hampaku (Kisah Remaja 17 Tahun yang Yakin Menjadi Mualaf)

Hadila.co.id — Aku bungsu, anak ke-4 dari 4 bersaudara. Alhamdulillah, saat ini aku bisa memperkenalkan diri dengan tegas bahwa aku seorang muslimah. Selain karena memang demikian, kewajiban sekaligus identitas sebagai muslimah yaitu berhijab, telah pula kukenakan.

Aku mendapat hidayah dan memutuskan masuk Islam (mualaf) 3 tahun yang lalu, saat kelas 2 SMA (17 tahun). Dengan agamaku yang sebelumnya aku merasa belum mendapatkan ketenangan jiwa.

Ayahku meninggal dunia saat aku masih duduk di bangku kelas 4 SD. Keluargaku kehilangan tulang punggung dan pemimpin. Kehidupan menjadi berubah. Kehidupanku seolah menjadi sepi, hampa, dan kosong. Terlebih saat kedua kakakku menikah.

Karena suatu hal aku, ibu, dan kakak (ketiga) pindah dan menempati rumah almarhumah nenek. Di sini masyarakatnya mayoritas beragama muslim. Aku tumbuh dan besar di sini, dan sedikit banyak ‘mengamati’ aktivitas masyarakatnya. Termasuk aktivitas ibadah dan bermasyarakat muslim di sini.

Tak berapa lama, ibuku dipinang oleh seseorang. Ibu pun menikah dan harus tinggal bersama suami (maaf) barunya. Sedang aku dan kakakku tetap tinggal di rumah nenek. Kami hanya berdua. Ibu sesekali datang menengok kami.

Keadaan itu membuatku semakin merasa sendiri. Merasa hampa. Aku senantiasa tak tenang dan gelisah, mengenai banyak hal. Aku mulai malas ke gereja. Mungkin ibaratnya, aku sudah bisa disebut kafir.

Redaksi
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat