Anak Kecanduan Game Online? Ini Tips untuk Mengatasinya

Anak Kecanduan Game Online? Ini Tips untuk Mengatasinya

Amankan atau sembunyikan gadget atau perangkat game dari jangkauan anak hingga batas waktu yang menurut kita tepat. Misalnya, satu atau dua pekan. Atau bisa juga kita mengamankan perangkat game mereka pada hari-hari sekolah dan hanya mengeluarkannya pada akhir pekan atau hari libur.

Jangan lupa untuk selalu mendampingi anak ketika mereka bermain. Jangan gunakan game sebagai pengalih perhatian anak agar mereka tidak mengganggu kita bekerja atau menyelesaikan pekerjaan rumah.

“Menyembuhkan anak dari kecanduan game mungkin akan menyita banyak waktu dan perhatian kita. Namun dengan keyakinan dan cinta kasih pasti upaya kita akan berhasil,” tegasnya.

Bersikaplah Tegas

Saat waktu main gadgetnya sudah habis, menyuruh anak berhenti main pasti sangat sulit. Mungkin ia akan terus mengulur waktu bahkan tantrum. Jika sudah seperti, jangan memanjakan anak dan membiarkannya main kembali. Cobalah bersikap tegas dengan mengambil atau matikan gadgetnya secara paksa.

Supaya pikirannya tidak lagi terpusat pada permainan, kita harus mengajaknya melakukan aktivitas lain. Misalnya, menyuruhnya mandi, makan, atau membantu beres-beres.

Isi Waktu dengan Kegiatan yang Menyenangkan

Mengurangi waktunya bermain, memang mencegah anak kecanduan game online. Namun, ini akan membuatnya mudah bosan. Nah, untuk mengatasinya, kita perlu mencari kegiatan pengganti yang menyenangkan, seperti mengajaknya berbelanja, menyiram tanaman, membersihkan halaman, atau kegiatan bersama lainnya yang menyenangkan.

Anak adalah harapan kita di hari tua nanti. Jika anak salah didikan, salah pergaulan, atau bahkan sibuk dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, maka akan merugi besar bagi ia dan kita.

Maka dari itu, agar anak kita sukses mulai dini dan tak terpengaruh dengan game online, kuncinya ada di orang tua. Kita harus membangun kedekatan dengan anak, ajak anak lebih sering berkomunikasi dan melakukan suatu kegiatan di dunia nyata bukan di dunia maya. Semakin dekat dan harmonis hubungan antara anak dan orang tua, maka anak akan lebih fokus pada hal-hal yang baik-baik. <>

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat