Hadila.co.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surakarta yang terdiri dari Vernanda Oktaviani, S.Tr.FT., Ftr., Ana Mustafiyah Fahri, S.Tr.FT., Ftr., dan Atge Oktoreza Syhari, SST.FT., Ftr. melaksanakan kegiatan pemberdayaan kader dan lansia sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi di Posyandu Lansia Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap masalah tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surakarta melaksanakan kegiatan pemberdayaan kader dan lansia di Posyandu Lansia Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap selama April hingga Juli 2026. Rangkaian program diawali dengan koordinasi bersama mitra dan kader setempat, dilanjutkan dengan identifikasi kondisi dan kebutuhan lansia, pemberian edukasi mengenai hipertensi, pemeriksaan tekanan darah, serta praktik senam kebugaran jasmani.
Melalui sesi edukasi, peserta mendapatkan informasi mengenai hipertensi dan faktor risikonya, pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin, serta berbagai cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanan darah.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola hidup sehat dan aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi.
Tidak hanya melalui penyuluhan, peserta juga diajak untuk mempraktikkan senam kebugaran jasmani. Gerakan yang diberikan bersifat low-impact dan disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia.
Senam dilakukan mulai dari tahap pemanasan, latihan inti, hingga pendinginan. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan agar gerakan dapat dilakukan dengan tepat, aman, dan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Pada beberapa kali pertemuan, lansia semakin terbiasa mengikuti gerakan senam.
Tim juga melakukan koreksi terhadap gerakan yang belum tepat serta memantau kondisi peserta selama mengikuti latihan.
Kader turut berperan dalam membantu koordinasi dan mendampingi peserta selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan tekanan darah setelah peserta mengikuti program senam kebugaran jasmani.
Berdasarkan analisis menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh nilai p=0,000 pada tekanan darah sistolik dan p=0,000 pada tekanan darah diastolik (p<0,05).
Hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah pelaksanaan senam kebugaran jasmani.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa senam kebugaran jasmani dapat menjadi salah satu aktivitas fisik yang mendukung upaya pengendalian tekanan darah pada lansia.
Pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing peserta.
Keterlibatan kader menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Setelah program selesai, kader diharapkan dapat terus memberikan motivasi kepada lansia untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.
Senam kebugaran jasmani juga diharapkan dapat dilanjutkan sebagai bagian dari kegiatan Posyandu Lansia.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, tim Poltekkes Kemenkes Surakarta berharap pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai hipertensi semakin meningkat.
Kebiasaan melakukan aktivitas fisik secara rutin juga diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai salah satu langkah sederhana untuk menjaga kebugaran dan membantu mengendalikan tekanan darah.
Kolaborasi antara kader, lansia, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat terus berjalan sehingga upaya promotif dan preventif terhadap hipertensi dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan masyarakat. <>




















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *