Hadila.co.id – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) dari Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Surakarta menggelar program pemberdayaan masyarakat berbasis intervensi fisioterapi di Desa Tohudan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Mengangkat metode inovatif Square Stepping Exercise (SSE), para kader Posyandu dibekali pelatihan intensif guna meningkatkan keseimbangan tubuh serta mencegah risiko jatuh pada lansia.
Rangkaian kegiatan skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini telah dilaksanakan pada Agustus 2026 yang terbagi dalam 8 kali sesi pertemuan di Posyandu Ngudi Waras 7, Desa Tohudan.
Program ini dipimpin langsung oleh Afrianti Wahyu Widiarti, SST., FTr., M.Kes selaku ketua tim, bersama Afif Ghufroni, SST.FT., Ftr., MPH sebagai anggota dosen, serta melibatkan mahasiswa Jurusan Fisioterapi.
Ketua Tim Pengabmas, Afrianti Wahyu Widiarti, menjelaskan bahwa proses penuaan secara alami menurunkan fungsi sistem sensorik proprioseptif dan visual lansia.
Di Desa Tohudan, terdapat populasi lansia yang cukup besar, yakni berkisar 300 hingga 400 jiwa yang tersebar di 10 dusun.
Namun, selama ini pelayanan posyandu lansia setempat masih terbatas pada penimbangan berat badan dan pemeriksaan tekanan darah rutin.
“Sebelumnya belum ada upaya skrining khusus untuk mendeteksi risiko jatuh maupun pelatihan latihan fisik di Posyandu Lansia Tohudan. Padahal, risiko jatuh pada lansia sangat berdampak pada kualitas hidup mereka. Lewat intervensi latihan Square Stepping Exercise ini, kami memberikan solusi transfer pengetahuan dan keterampilan langsung kepada para kader,” ujar Afrianti.

Square Stepping Exercise (SSE) merupakan bentuk latihan keseimbangan menggunakan karpet/pola grid khusus berukuran 30×30 cm sebanyak 9 kotak.
Lansia diajak melakukan variasi langkah kaki (ke depan, samping, miring, hingga mundur) yang terbukti efektif mengasah koordinasi motorik, keseimbangan dinamik, serta fokus kognitif.
Selama 8 kali sesi pelatihan, sebanyak 30 kader posyandu dan tokoh masyarakat diajarkan teori penuaan, praktik skrining keseimbangan sederhana (Time Up and Go Test), hingga demonstrasi memandu langkah SSE.
Selain pelatihan, Tim Poltekkes Kemenkes Surakarta juga menyerahkan hibah berupa paket alat karpet SSE, tensimeter digital, timbangan badan, serta media edukasi seperti poster dan leaflet panduan.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat signifikan. Skor rata-rata pengetahuan kader mengenai pencegahan jatuh dan SSE melonjak pesat sebesar 63,1%, dari nilai awal 54,25 (pre-test) menjadi 88,50 (post-test).
Sebanyak 90% peserta berhasil mencapai kategori nilai ‘Baik’, dan 100% kader dinyatakan terampil memandu latihan SSE secara mandiri serta memahami aspek keselamatan (fall prevention safety).
Melalui keberhasilan program ini, Tim Pengabmas berharap latihan Square Stepping Exercise dapat diintegrasikan menjadi agenda rutin mingguan di Posyandu Lansia Desa Tohudan, serta dapat direplikasi oleh Puskesmas Colomadu ke desa-desa sekitarnya. <>




















Leave a Comment
Your email address will not be published. Required fields are marked with *