“Vaksinasi II Covid bagi Calhaj Paling Lambat 15 Mei…”

“Vaksinasi II Covid bagi Calhaj Paling Lambat 15 Mei…”
Dokter patologi klinik Fakultas Kedokteran UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto Sp.PK, Ph.D

SOLO, HADILA – Terkait syarat vaksinasi Corona bagi calon jemaah haji (Calhaj) tahun 2021 ini, dokter patologi klinik Fakultas Kedokteran UNS, dr Tonang Dwi Ardyanto Sp.PK, Ph.D, menyatakan jika jadwal pemberangkatan calhaj kloter pertama tanggal 15 Juni 2021, maka efek optimal vaksin sudah tercapai (minimal 28 hari sejak suntikan kedua) pada saat berangkat.

“Dengan asumsi semua menggunakan Cov2Bio, maka diperlukan waktu paling lama 60 hari untuk lansia dan 45 hari untuk dewasa. Maka suntikan kedua paling lambat tanggal 15 Mei 2021,” tulis dr Tonang dalam status akun FB miliknya, Senin (15/3/2021).

Sejumlah calhaj saat ini masih bertanya-tanya tentang kemungkinan keberangkatan ke Tanah Suci, setelah tahun lalu batal karena pandemi Covid-19. Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, sendiri sebelumnya menyatakan bahwa Haji 2021 akan dilangsungkan sesuai jadwal.

Syarat utama dari calon jemaah haji tahun ini, seperti disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, harus telah memperolah vaksin Coronavirus dan ini hukumnya wajib.

Sekalipun keberangkatan ke Tanah Suci sejauh ini belum ada kepastian, namun Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Mandiri Surakarta, tetap menyelenggarakan kegiatan manasik haji dua pekan sakali dengan menerapkan protocol kesehatan ketat di Masjid Istiqlal, Mandiri Centre, Sumber, Surakarta.

“Manasik haji dengan memberikan materi tentang pengetahuan pelaksanaan haji kami berikan dua pekan sekali. Ini untuk menjaga ilmu dan pengetahuan tentang haji yang telah para calhaj peroleh selama ini,” kata Ustadz Bambang Nugroho Putro, Ketua KBIHU Mandiri, Solo.

Para calhaj umumnya berharap mereka tahun ini bisa berangkat. Namun jika melihat tanda-tanda persiapan yang belum terlihat matang, beberapa calhaj mengaku hanya bisa pasrah.

“Jika melihat kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, dimana empat bulan sebelum hari H atau dua  bulan sebelum pemberangkatan sudah ada langkah menjelang pelaksanaan, misalnya manasik oleh pemerintah, pengurusan paspor dan visa, embarkasi dan debarkasi, vaksin miningitis dan lain-lain yang hingga saat ini belum dilakukan semuanya, saya kok agak pesimis ya bisa berangkat tahun ini,” kata salah seorang yang berpengalaman dua kali menunaikan ibadah haji.

Pada bagian lain, terkait dengan vaksinasi corona yang bersamaan dengan Puasa Ramadhan tahun ini dr Tonang juga menyebut hal itu sebagai permasalahan tersendiri. Puasa diperkirakan mulai 13 April 2021 dan Idul Fitri 13 Mei 2021. “Maka tidak ada pilihan selain suntikan kedua sangat mungkin jatuh di bulan puasa, bila suntikan pertama dilakukan setelah tanggal 15 Maret 2021 ini,” katanya.

Pertanyaan berikut yang muncul adalah, membatalkan puasa atau tidakkah saat berpuasa disuntik vaksin, sehingga ada yang mengusulkan vaksin pada malam hari. “Secara medis, sebenarnya tidak ada larangan memberikan vaksinasi saat puasa. Yang penting kondisi baik dan lolos skrinning. Maka dari sisi medis, bukan masalah signifikan,” kata Tonang.

Namun jika dilaksanakan pada malam hari, kata Tonang akan menjadi beban tersendiri. “Kita biasa menjalankan donor darah massal di luar PMI pada malam hari selama Ramadhan, sebelum era Covid ini. Tapi untuk vaksinasi covid ini, ada urutan dan proses yang ketat. Maka memang menjadi beban tersendiri untuk pelaksanaan di malam hari.”

Tonang juga menambahkan catatan tentang vaksin meningitis. Sebagian Jamaah Calon Haji yang sudah mendapatkan vaksin meningitis tahun lalu, walau kemudian belum berangkat akan memudahkan, karena masih berlaku tahun ini.

“Tapi bila ternyata tahun kemarin belum sempat vaksin meningitis, perlu dicari jalan. Sebenarnya, antara vaksin meningitis dan vaksin covid produk BioFarma (yang saat ini digunakan), adalah sama-sama berbasis virus yang dimatikan (inactivated). Aman digunakan bahkan seandainya terpaksa bersamaan,” paparnya.

Namun untuk kehati-hatian, menurut Tonang, vaksin meningitis sebaiknya diberikan dua pekan setelah suntikan kedua vaksin covid sekaligus 2 pekan sebelum hari keberangkatan. Itu sebagai jalan tengah. “Bila misalnya menghendaki juga vaksin influenza (sifatnya pilihan, tidak wajib), maka sekaligus diberikan bersamaan dengan vaksinasi meningitis.” (mul)

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos