Saat Ujian Mengubah Arah Kehidupan

Saat Ujian Mengubah Arah Kehidupan

Hadila.co.id – Perjalanan hidup Maya Nirmala Sari pernah melaju pesat. Sepuluh tahun ia berkarier di Solopos Media Group dan sempat menjadi dosen praktisi di UIN Raden Mas Said Surakarta. Maya juga aktif sebagai narasumber berbagai workshop konten digital, mulai dari penulisan artikel SEO, pembuatan video, hingga edukasi keamanan bermedia sosial.


Pada 2015, ia mendirikan Nirmala Media, yang kini berkembang menjadi Heyonesa SM. Agensi ini berfokus pada influencer management dan telah berkolaborasi dengan lebih dari 200 brand serta 5.000 kreator konten di Indonesia. Namun, perjalanan hidup tidak selalu mulus. Maya pernah mengalami kerugian besar akibat penipuan hingga kehilangan sebagian besar aset dan bisnis. Peristiwa itu menjadi titik balik untuk menata ulang prioritas hidup.

“Dari menjadi wanita karier sampai memiliki bisnis dengan penghasilan tiga digit, saya sadar semua hanya titipan Allah. Kapan pun bisa hilang dalam sekejap,” ujarnya.

Kesadaran itu membuatnya lebih tenang. Memasuki usia 40 tahun, ia tak lagi mengejar target berlebihan. Bisnis tetap berjalan dengan pelayanan terbaik, tetapi waktunya kini lebih banyak dicurahkan untuk ibadah, keluarga, dan kegiatan sosial.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Komunitas Sewu Becik yang ia dirikan bersama teman-teman pada Oktober 2025. Berawal dari keprihatinan terhadap budaya fast fashion dan belanja impulsif, komunitas ini mengajak masyarakat mendonasikan pakaian layak pakai dan barang preloved melalui program Klithikan Berkah. Barang-barang tersebut dijual kembali dengan harga terjangkau, lalu hasilnya diputar untuk mendukung program sosial seperti berbagi sayuran, donasi korban bencana, hingga santunan yatim dan dhuafa.

Selain itu, Maya bersama Rumah Quran Fatiha merintis Program Teras Affiliate, wadah belajar dan membuat konten bersama agar masyarakat memiliki keterampilan digital yang bisa menjadi sumber penghasilan tambahan. Ia berharap kedua program ini mendorong semakin banyak keluarga hidup produktif, mandiri, dan peduli lingkungan.

 

Semangat berbagi bukanlah hal baru. Maya mengenal Solopeduli sejak 2006 melalui perusahaan tempatnya bekerja. Saat bergabung di Solopos pada 2011, ia dipercaya menjadi Duta Peduli yang mengkoordinir donasi rekan kerja. Hampir dua dekade menjadi donatur membuat kepercayaannya kepada Solopeduli semakin kuat. “Saya melihat laporan yang selalu transparan. Itu yang membuat saya yakin Solopeduli amanah,” katanya.

Bagi Maya, sedekah adalah ikhtiar hidup. Ia berpegang pada hadis Rasulullah saw., “Lindungilah harta kalian dengan zakat dan obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR Ath-Thabrani). Dulu ia sering sakit-sakitan dan takut kehilangan harta, tetapi dengan istikamah bersedekah, ia merasakan hidup dipenuhi kemudahan dan keberkahan.

Kini, keberhasilan baginya tidak lagi diukur dari besarnya bisnis atau pencapaian materi. Nilai sejati perjalanan hidup justru terletak pada seberapa banyak manfaat yang bisa terus dilipatgandakan untuk orang lain. <>

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos