Lahan Makam Kritis, SOLOPEDULI Rencanakan Program Taman Pemakaman Muslim

Lahan Makam Kritis, SOLOPEDULI Rencanakan Program Taman Pemakaman Muslim

Hadila.co.id — Dalam rangkaian acara Milad ke-22 Lembaga Amil Zakat (LAZ) SOLOPEDULI, SOLOPEDULI menggelar seminar online melalui aplikasi Zoom Meeting, bertajuk Lahan Makam Semakin Kritis, Kamis pagi (07/10).

Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri dari berbagai latar belakang; Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, dan SOLOPEDULI.

“Isu soal pemakaman ini sebenarnya sudah muncul sejak lama.” Demikian pernyataan Sidik Anshori, Direktur LAZ SOLOPEDULI dalam paparan materinya.

Ia kemudian menyajikan beberapa informasi untuk mendukung pernyataannya tersebut. Ada beberapa berita dari media online yang menunjukkan bukti bahwa kondisi pemakaman di Indonesia, khususnya di Kota Solo, sudah mengalami berbagai permasalahan. Sebagian besar menunjukkan bahwa lahan pemakaman sudah semakin menipis.

Menurut headline salah satu berita media online, Pemerintah Kota Solo bahkan berharap ada pihak swasta yang bersedia membuka lahan pemakaman di Kota Solo. Di samping itu, ada juga pemindahan puluhan kerangka di pemakaman karena membuat jalanan sempit, hingga aksi permintaan uang secara paksa kepada para peziarah yang dilakukan oleh pembersih makam.

“Ini merupakan beberapa persoalan yang sudah terpotret di Kota Solo. Permasalahan lain terkait pemakaman tentunya masih banyak,” jelas Sidik.

Untuk turut berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan terkait pemakaman tersebut, Sidik mengungkapkan bahwa dalam rangka Milad ke-22 SOLOPEDULI yang jatuh pada 11 Oktober 2021, LAZ SOLOPEDULI berencana meluncurkan program Syariah Memorial Garden, berupa lahan pemakaman muslim berkonsep taman yang indah.

“Hal ini kami lakukan untuk melengkapi narasi program SOLOPEDULI, yaitu membuat program mustahik mulai dari belum lahir sampai meninggal dunia,” ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini SOLOPEDULI telah memiliki berbagai program sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Di antaranya adalah klinik ibu dan anak, sekolah gratis, pesantren, beasiswa perguruan tinggi, ambulans gratis, dan sebagainya.

“Dan untuk melengkapi program tersebut, sesuai narasi program SOLOPEDULI tadi, maka program Syariah Memorial Garden ini hendak kami luncurkan,” papar Sidik.

Keunggulan Taman Pemakaman Muslim SOLOPEDULI

Beberapa value atau keunggulan Syariah Memorial Garden ini nantinya antara lain, (1) makam akan menjadi bagian dari taman, memiliki lanskap yang asri, indah, dan hijau, (2) suasana jauh dari kesan seram karena ditata dengan baik, sehingga bersih dan nyaman, (3) memiliki fasilitas-fasilitas penting seperti masjid/musala, toilet, tempat parkir, gedung serbaguna, taman bunga, juga pepohonan rindang, (4) program terpadu dengan program wakaf produktif untuk keberlangsungan pengelolaan dan pemeliharaan makam.

Sebelumnya, pemateri dari Kementerian Agama (Kemenag), Afief Mundzir, S.Ag., M.Si., Kepala Bidang (Kabid) Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Jawa Tengah, menyampaikan bahwa pihak Kemenag akan men-support program yang akan digulirkan oleh SOLOPEDULI. Salah satunya dengan mendorong masyarakat agar berorientasi mewakafkan tanahnya untuk pemakaman, mengingat saat ini lahan pemakaman sudah semakin berkurang.

“Saya juga yakin betul bahwa segala upaya jika dilakukan atau dikelola dengan baik, pasti akan memberikan maslahat untuk umat. Termasuk program pemakaman ini,” ujarnya.

Afief menambahkan, “Kita kalau sudah ngomong soal pemakaman kan biasanya kesannya sudah ending sekali. Padahal kan tidak. Pengelolaan pemakaman yang baik akan memberikan dampak pada berbagai hal,” jelasnya.

Menurut Afief, pengelolaan makam yang baik, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang masih hidup. Misalnya, menghilangkan stigma masyarakat bahwa makam adalah tempat angker, orang yang berziarah pun merasa nyaman, dan sebagainya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, Dr. K.H. Achmad Daroji, M.Si., turut mengapresiasi inovasi program yang hendak dilaksanakan SOLOPEDULI tersebut. Namun demikian, ia juga kembali mengingatkan tugas SOLOPEDULI sebagai salah satu LAZ, yaitu untuk mengentaskan kemiskinan, mengubah mustahik menjadi muzaki.

“Saya mengapresiasi program pemakaman ini, tetapi harus kita ingat bahwa saat ini masih banyak orang-orang yang masih hidup dalam kondisi kemiskinan. Nah, inilah yang harus kita utamakan untuk dibantu,” ujarnya.

Selanjutnya, sebelum mengakhiri penyampaian materinya, K.H. Ahmad Daroji juga menunggu realiasai program tersebut ke depannya. <Ibnu Majah>

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos