Bersikap Terbuka dengan Pasangan? Ini Triknya!

Bersikap Terbuka dengan Pasangan? Ini Triknya!
Harmonis dengan pasanganSumber: Freepik

Menurut Konselor Keluarga, Cahyadi Takariawan, keterbukaan dalam berumah tangga adalah kunci kelegaan komunikasi, yang akan mengantarkan keluarga kita menjadi keluarga yang harmonis. Namun adakalanya seseorang sulit sekali menyampaikan apa yang ia rasakan atau yang ia inginkan pada pasangan. Salah satu penyebab ketidakterbukaan adalah ketakutan atas reaksi yang akan diterima.

Seorang istri takut menyampaikan yang sesungguhnya tentang harapan atau masukan pada suami lantaran takut respons suami akan mengecewakannya. Jangan-jangan suami akan menganggap remeh urusannya, jangan-jangan suami akan marah, atau kekhawatiran lain.

Hal serupa dapat terjadi pada seorang suami. Ketika ia menyampaikan sesuatu ia memiliki kekhawatiran, jangan-jangan istrinya akan menangis berlebihan untuk suatu hal yang tidak begitu penting, atau jangan-jangan istri akan mengomelinya.

Untuk mengurangi kekhawatiran tersebut, hal yang dapat dilakukan adalah buatlah kesepakatan tentang reaksi yang diharapkan. Misalnya, sejak awal, pasangan mengungkapkan bahwa ia ingin ketika sedang curhat didengarkan dulu, bukan langsung dikomentari. Misalnya dengan mengatakan, “Aku ingin menyampaikan sesuatu, tetapi tolong engkau jangan tersinggung…” atau “Aku berharap, ini baru sekadar memberi tahu dulu, aku belum membutuhkan bantuan kongkretmu…”

Bagaimanapun, antara laki-laki dan perempuan memiliki kecenderungan cara berkomunikasi yang berbeda. Seorang perempuan seringkali merasa dengan menceritakan masalahnya, adalah bagian dari penyelesaian masalah, karena telah terkurangi beban psikologisnya. Sementara laki-laki, tidak terlalu suka jika menampakkan kegagalan dirinya. Ukuran berhasil atau gagal baginya adalah dari kemampuan menyelesaikan urusannya secara mandiri.

Padahal rata-rata sikap perempuan suka memberikan pertolongan tanpa diminta. Ketika seorang laki-laki mengungkapkan sesuatu, perempuan akan menganggap bahwa laki-laki tersebut membutuhkan banyak saran dan bantuan untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya ia akan memberikan intervensi yang berlebihan. Dan ini kadang-kadang mengecewakan pasangannya.

Terbuka Menerima Masukan dari Pasangan

Selain terbuka untuk menyampaikan harapan dan masukan, pasangan suami istri juga harus terbuka dalam menerima masukan dan mendengarkan harapan dari pasangan atas dirinya. Apabila suami dan istri telah merasa benar sendiri, dan menutup masukan-masukan dari pihak lain, itu adalah awal dari kerapuhan hidup berumah tangga.

Ifa
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat