Aa Gym Undang dr Khoirul: Ibarat Saya Sudah di Garis Batas…

Aa Gym Undang dr Khoirul: Ibarat Saya Sudah di Garis Batas…
Aa Gym saat mengundang dr Khoirul Hadi dalam Dakwah Digital via online, Jumat (18/12/2020) pagi.

SOLO, HADILA – Dokter spesialis kulit dan kelamin terkemuka Solo, dr Khoirul Hadi Sp.KK, yang baru saja sembuh dari serangan coronavirus-19, diundang ustad kondang KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) dalam acara Dakwah Digital via channel Youtube Aa Gym Official, Jumat (18/12/2020) pagi.

“Yaahh… ibaratnya saya ini sudah berada di garis batas, hanya tinggal ada dua jalan. Tergantung Allah mau narik ke mana, hidup atau mati,” tutur dr Khoirul Hadi menjawab Aa Gym yang menanyakan pengalaman dr Khoirul selama dalam perawatan di RS Dr Moewardi beberapa hari silam.

Dakwah Digital Aa Gym secara rutin memang disiarkan secara online setiap hari, sekitar 06.00 WIB. Dalam pengantar tauziahnya, Aa Gym mengatakan bahwa semua pasti tidak akan menyangka bahwa akan ada wabah covid-19 sekarang ini. Tapi semua itu pasti atas seizin Allah.

“Namun  barang siapa yang yakin bahwa itu atas kehendak Allah, maka Allah akan memberikan petunjuk di hatinya dan ini yang paling mahal. Sebab berat ringannya kita dalam menghadapi ujian hidup ini, tergantung pada Allah. Membuka tidak hati kita. Kalau Allah membuka hati kita, memahami hikmah di balik kejadian, mungkin secara fisik berat tetapi hati tidak berat,” papar Aa Gym.

Dokter Khoirul Hadi dalam acara itu diminta untuk menceritakan pengalamannya sebelum, selama dirawat, dan bagaimana akhirnya bisa sehat kembali setelah terpapar covid-19. “Bagaimana Mas, beratnya serangan covid-19 itu?”

Dokter pengelola Klinik Kecantikan B-Hati ini menceritakan bahwa awalnya dia hanya mengalami sakit tenggorokan, lalu demam, batuk, lemas, dan seluruh badan sakit pegal linu. “Semula dagnosisnya seperti demam berdarah. Tapi akhirnya setelah di swap, ternyata saya positif covid,” katanya.

Bahkan dalam perkembangannya, dia kemudian dirawat di ICU hingga mencapai masa-masa kritis. “Nafas saya sudah sangat berat. Puncaknya derita, tiga-empat hari setelah masuk rumah sakit. Saya benar-benar sudah lemas, bahkan menyobek bungkus obat saja saya sudah tidak kuat. Pokoknya sudah seperti bayi itulah,” kisahnya.

Pada saat itulah, menurut dr Khoirul, dirinya sudah pasrah bahkan sudah pada titik puncak kehilangan tenaga. “Intinya, saya seperti sudah berada di garis batas. Saya sudah ikhlas… kalau saat ini menjadi jalan saya ya ikhlas… kalau masih dizinkan sehat saya mohon pertolongan…”

Namun berkat pertolongan dan mukjizat Allah, kata Khoirul, dia memperoleh terapi plasma konvalesen yang diusahakan oleh kawan-kawan dokter. Plasma konvalesen adalah plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang terinfeksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19.

Berkat plasma konvalesen itulah, kata dr Khoirul, ia akhirnya bisa sembuh.

Dalam perkembangannya, saat ini dr Khorul mengungkapkan bahwa hasil foto X-ray dadanya sudah semakin bersih, badan tambah segar, saturasi oksigen sudah mencapai 96-98. “Jadi ada 3 parameter kunci pada orang sakit covid yang perlu diwaspadai, yaitu dengan melakukan swab PCR, foto x-ray dada, hasil laboratorium darah Ddimer, dan saturasi oksigen.”

Pada penderita covid terutama mereka yg berumur di atas 35 tahun, kata dr Khoirul segera priksa parameter tadi. “Jadi bila ada demam tinggi, batuk, apalagi punya pemberat obesitas/ gula/hipertensi segera datang ke laboratorium minta periksa swab pcr, darah rutin, gula, ddimer, foto xray paru, pantau saturasi oksigen dgn alat oxymeter, bila saturasi turun di 91-93 baiknya sesegera ke RS.” (***)

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos