Raih Keuatamaan Ibadah Kurban

Raih Keuatamaan Ibadah Kurban

Bagaimana pahala yang dijanjikan Allah Swt bagi orang yang berkurban?

Kalau dalam banyak referensi dijelaskan  akan mendapatkan pahala berlimpah dr Allah. Itu bagian dari ittiba’ sunah Rasul dan Nabi Ibrahim. Orang yang berkurban juga mendapatkan pahala berbagi dengan sesama. Jadi mendapatkan akumulasi dari pahala-pahala.

Apa hikmah ibadah kurban?

Pertama jelas ittiba’ sunah Nabi Ibrahim, kemudian Rasulullah. Hikmah lainnya bisa berbagi dengan sesama. Yang paling inti itu sabar dalam ketaatan, karena memang salah satu level sabar paling tinggi adalah sabar dalam ketaatan, dalam menjalankan perintah Allah, baik yang wajib maupun sunah. Sunah itu bisa sunah biasa, bisa sunah muakadah.

Prinsipnya, orang yg mampu secara finansial , kalau tidak melihat perspektif agama, bisa jadi dia tidak berkurban. Jadi kalau sabar menaati perintah Allah itu antara dua pilihan. Ada orang yang tetap melaksanakan ketaatan, ada juga orang yang sebenarnya dia bisa melakukan ketaatan, tapi dia kemudian tidak melakukan ketaatan tersebut. Termasuk sabar meninggalkan larangan Allah, sebenarnya dia mampu meninggalkan , tapi dia melakukan karena menuruti hawa nafsu, itu dua pilihan.

Sabar dalam ketaatan lebih berat daripada sabar dalam kondisi  musibah seperti sata ini. Karena ketika terjadi musibah, kita mau tak mau harus sabar, tidak ada pilihan lain.

Motivasi terbesar apa yang harus dimiliki agar muslim yang punya kemampuan berkurban tetep berkurban walau mungkin kebutuhan primer tetap harus dipikirkan?

Prinsip utamanya adalah terpenuhinya kebutuhan primer kita, lalu ada materi lebih  yang kita miliki. Kadang kita berpikir penuhi kebutuhan sampingan atau sekunder. Mestinya dalam kondisi saat ini, tetap harus ada sebagian yang kita miliki, kita alokasikan untuk orang lain, termasuk salah satunya jika ada kelebihan materi untuk berkurban, maka itu sangat baik.

Semakin kondisi itu dibutuhkan orang, semakin kita mengalahkan kebutuhan tersier kita atau kebutuhan sekunder kita, demi menyenangkan orang lain. Jika demikian artinya secara sadar atau tidak sadar kita sudah itsar. Dan pahala itsar sangat luar biasa. Itsar dalam konteks kita mengutamakan orang lain, dari kebutuhan tersier atau sekunder kita. Itu yang dilakukan para sahabat. Bahkan level para sahabat, mereka itsar dalam kebutuhan primer. <Eni Widiastuti>

 

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat