Kunci Kesejiwaan: Membuka Diri untuk Berubah Bersama Pasangan

Kunci Kesejiwaan: Membuka Diri untuk Berubah Bersama Pasangan

Anda sejak kecil sampai dewasa memiliki cara, gaya serta selera makan tertentu. Setelah menikah, Anda harus bersedia untuk mengubah cara, gaya serta selera makan tersebut apabila ternyata hal itu mengganggu kenyamanan hubungan dengan pasangan. Sejak kecil sampai dewasa Anda memiliki cara dan gaya tidur tertentu. Setelah menikah, Anda harus bersedia untuk mengubah cara dan gaya tidur tersebut apabila ternyata hal itu mengganggu kenyamanan hubungan dengan pasangan.

Sejak kecil sampai dewasa Anda memiliki cara dan gaya tertentu dalam berpenampilan. Setelah menikah, Anda harus bersedia untuk mengubah cara dan gaya penampilan tersebut apabila ternyata hal itu mengganggu kenyamanan hubungan dengan pasangan. Sejak kecil sampai dewasa Anda memiliki cara dan gaya tertentu dalam berbicara. Setelah menikah, Anda harus bersedia untuk mengubah cara dan gaya bicara tersebut apabila ternyata hal itu mengganggu kenyamanan hubungan dengan pasangan.

Demikian seterusnya, Anda tidak bisa mempertahankan ciri Anda sendiri ketika sudah menikah. Anda harus memiliki kesiapan dan kesediaan untuk berubah, karena pengaruh pasangan. Bisa saja Anda tidak peduli pada penilaian orang lain, mungkin saja Anda tidak memperhatikan komentar orang terhadap Anda, tetapi Anda harus peduli dengan penilaian serta komentar pasangan terhadap Anda.

Kalimat “aku tidak bisa berubah, terimalah aku apa adanya” jelas pernyataan yang salah. Semua manusia bisa berubah sepanjang ia mau berubah. Tidak layak mempertahankan sesuatu kebiasaan yang mengganggu kenyamanan hubungan dengan pasangan.

Pada akhirnya Anda berdua harus menjadi jiwa yang baru. Jiwa yang berhasil Anda bangun bersama pasangan dalam kehidupan berumah tangga. Setelah menikah Anda benar-benar berubah, karena menyandang status yang memang sudah berubah dibandingkan dengan sebelum menikah. Dulu lajang, sekarang menjadi suami dan istri. Dulu bebas, sekarang harus sangat bertanggung jawab. Dulu sendiri, sekarang sudah berkeluarga. Dulu bisa berbuat semaunya, sekarang harus menenggang perasaan pasangan. Semua ini benar-benar berbeda dari sebelumnya.

Kesediaan berubah, menerima pengaruh positif dari pasangan, menjadi kunci untuk mendapatkan kesejiwaan dengan mudah. Kendala utama untuk menjadi jiwa baru dalam hidup berumah tangga adalah tingginya ego. Mereka sudah menikah, tapi seakan-akan masih tetap perawan dari segi kepribadian, karena tidak mau berubah menyesuaikan dengan harapan pasangan. Ego yang sangat tinggi inilah yang harus ditundukkan pertama kali. Tanpa itu, Anda tidak ubahnya jomblo atau lajang yang tidak memiliki perasaan kebersamaan dan tanggung jawab dengan pasangan hidup. <>

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat