Komunikasi Suami Istri di Era Teknologi

Komunikasi Suami Istri di Era Teknologi

Lima, hindari tanda baca yang tidak tepat. Hal ini bisa mengubah makna atau rasa bahassa karena bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada pasangan Anda. Kalimat “Iyyaa!!! Aku sudah ngerti!!!” berbeda rasa bahasanya dengan, “Iya, Sayang. Aku ngerti…” Kalimat yang dibubuhi tanda seru berlebihan akan menimbulkan kesan emosi, kemarahan, bahkan kebencian.

Enam, hindari menulis dengan huruf kapital, karena memberikan kesan Anda sedang marah atau emosi. Padahal situasinya tidak selalu seperti itu. Kalimat, “AKU LAGI RAPAT. JANGAN GANGGU,” rasa bahasanya menjadi berbeda dengan pesan yang ditulis, “Aku lagi rapat. Tolong jangan diganggu dulu.”

Tujuh, hindari menulis dengan singkatan yang tidak lazim, karena dapat membingungkan, salah paham (salah persepsi), dan salah mengerti maksud pesan. Pesan yang ditulis dengan serba singkatan, meski pembaca pesan bisa memahami maksudnya, membuat tidak nyaman dalam membaca. Kesannya, malas menjawab pesan.

Delapan, hindari membalas dalam suasana tergesa-gesa. Misalnya membalas pesan sembari berkendara. Hal ini sangat membahayakan keselamatan diri dan orang lain. Selain itu, dampak dari tergesa-gesa bisa menimbulkan salah tulis yang fatal. Hanya karena kurang kata “tidak”, bisa berdampak sangat panjang. Karena mengubah arti. Pesan berikut ini bisa menimbulkan pertengkaran hebat pada pasangan suami istri. “Aku pernah selingkuh. Kamu sudah tahu itu.”. Padahal maksudnya ingin menulis pesan: “Aku tidak pernah selingkuh. Kamu sudah tahu itu.”

Sembilan, untuk jawaban yang sulit untuk dituliskan, mungkin karena berupa rangkaian cerita atau karena terlalu panjang jika harus dituliskan, maka lebih baik jika dijawab langsung dengan menelfon. Kadang ada bias dalam memahami tulisan, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Dengan bicara melalui telpon, akan lebih bisa memberikan penjelasan yang diperlukan.

Sepuluh, pastikan Anda benar-benar mengirim pesan tersebut ke nomer pasangan Anda. Jangan salah kirim. Bisa menjadi masalah baru jika pesan Anda salah kirim. Anda merasa sudah menjawab pesan dari pasangan, padahal ternyata Anda salah mengirim balasan ke nomer orang lain, atau sebuah grup WA yang baru saja Anda buka.
.<Cahyadi Takariyawan dalam Majalah Hadila Edisi Juni 2016, tema ‘Robohnya Salat kami’>

Admin Hadila
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat