Komunikasi Hati Digital, Ampuhkah?

Komunikasi Hati Digital, Ampuhkah?

Komunikasi era digital yang melulu mengandalkan komunikasi verbal tertulis kehilangan kemampuan menyampaikan pesan yang demikian dalam dan beragam. Apalagi pesan dari hati yang kadang hanya muncul lewat tatapan mata.

Akibatnya? Komunikasi cenderung menjadi kering, kosong, dan jauh dari sentuhan hati. Padahal, sejarah mencatat banyak Muslim masuk Islam dahulu hanya karena menatap wajah Rasulullah Saw. Banyak yang tergetar dengan keteduhan jiwa Rasulullah Saw. Ada sahabat yang berkisah, tidak ada wajah yang demikian dia sukai untuk dipandangi lama-lama selain wajah Rasulullah Saw. Akan tetapi, sampai Rasulullah wafat, dia tidak bisa menjelaskan bagaimana wajah Rasulullah Saw secara detail saking dia sulit menatap wajah Baginda Saw lama dan teliti. Ini karena sangat berwibawanya Rasulullah Saw.

Efek komunikasi jauh dari sentuhan hati ini mulai terasa pada hubungan para aktivis dakwah. Belasungkawa cukup diwakili oleh emoticon menangis dan tulisan turut berduka. Ikut berbahagia diwakili emoticon hati. Dengan sendirinya, ikatan hati di antara aktivis menjadi lemah dan mekanis. Padahal, ikatan hati para aktivis ini ibarat semen yang melekatkan batu-batu bata pembangun satu rumah. Tanpa semen, batu bata itu dengan mudah dirobohkan. Tanpa ikatan hati sesama aktivisnya, sosok-sosok di dalamnya dengan mudah dicerai-beraikan. Ini sinyal lampu merah perjuangan. <Dimuat di Majalah Hadila Edisi November 2017>

1 comment
Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

1 Comment

  • Migajuni Sawitri
    26/01/2020, 07:38

    Mau ikutan menulis

    REPLY

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat