Kandungan Kalimat Syahadat

Kandungan Kalimat Syahadat
  • Sumpah

Sumpah dalam Bahasa Arab sering disebut dengan القسم. Maka ketika kita mengucapkan dua kalimat syahadat sama halnya kita sedang berkata bahwa; “aku bersumpah bahwa tidak ada ilah kecuali Allah, dan aku bersumpah bahwa Muhammad adalah utusan Allah”. Fungsi dari sebuah sumpah adalah untuk menguatkan dan menegaskan sebuah pernyataan (التأكيد). Dalam kaitan dengan dua kalimat syahadat, makna sumpah ini memberi bobot kebenaran terhadap apa yang kita ucapkan. Oleh karena itulah, setiap saksi yang akan dimintai kesaksian dalam persidangan harus disumpah terlebih dahulu agar apa yang ia ucapkan memiliki bobot. Bahwa yang keluar dari mulut kita bukan main-main, akan tetapi keluar dari hati yang paling dalam. Hal inilah yang ditunjukkan oleh firman Allah Swt dalam ayat-Nya;

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ

لَكَاذِبُونَ

Kata نشهد dalam ayat di atas berarti kami bersumpah. Hal ini dikuatkan dengan ayat setelahnya yang berbunyi;

اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Mereka telah menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al Munafiqun: 1-2)

  • Janji

Kata ini sering disebut dengan العهد atau الميثاق. Jika menggunakan makna ini, maka kalimat syahadat yang kita ucapkan memiliki arti “aku berjanji bahwa tidak ada ilah kecuali Allah, dan aku berjanji bahwa Muhammad adalah utusan Allah”. Makna inilah yang dinyatakan oleh firman Allah tentang pengambilan janji seluruh manusia ketika mereka masih berada di alam Ruh;

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى

شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil perjanjian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”  (Q.S. Al A’raf: 172)

Orang yang bersyahadat harus menyadari bahwa ia sedang memberikan pernyataan, sumpah, dan janji kepada Allah bahwa tidak ada ilah (tuhan yang berhak disembah) kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah yang menjadi panutan dalam setiap perkara.

Ini seharusnya yang kita rasakan setiap kali kita membaca dua kalimat syahadat saat tahiyyat dalam salat kita. <Dimuat di Majalah Hadila Edisi Mei 2014>

Redaksi
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat