Kandungan Kalimat Syahadat – Bagian 2

Kandungan Kalimat Syahadat – Bagian 2

Hikmah dan pelajarannya teramat jelas. Bangga menjadi seorang muslim. Itulah prinsip yang ingin dia sampaikan dan wariskan kepada generasi setelahnya. Prinsip ini menjadi teramat mahal di tengah sikap inferior (rendah diri dan minder) umat ini yang sering kali dibalut alasan klasik ke-tawadhu’-an. Bagaimana mungkin umat ini bersikap ‘tawadhu’ di hadapan kaum kuffar durjana? Sedangkan Kitab sucinya menegaskan superioritasnya [Q.S. Ali Imran: 110 & 139 dan Q.S. Muhammad: 35).

Buah iman adalah buah keimanan. Meskipun semua pohon memiliki manfaat dan mustahil tanpa faidah, tetapi kaum beriman tidak mau menjadi seperti pohon tanpa buah. Bahkan Rasulullah Saw menganjurkan kita untuk tidak hanya menjadi pohon yang berbuah, akan tetapi buah yang harum semerbak baunya dan manis rasanya.

Oleh karenanya, hampir tidak bisa kita dapatkan kata iman dalam Alquran kecuali selalu dirangkai dengan kata amal saleh. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menashati supaya menetapi kesabaran.” [Q.S. Al Ashr (103): 1-3).

Rasakanlah getaran ruhiah dari pesan Asy Syahid Hasan Al Banna, “Jadilah kalian seperti pohon, tatkala manusia melemparinya dengan batu, maka ia melempari mereka dengan buah.” Berbuatlah untuk umat dan bangsa ini, meski sering kali sebagian mereka mencaci dan membenci!

Istiqamah dalam Iman

kandungan kalimat syahadat

Sumber: jeuwongklaten.wordpress.com

Simaklah kembali pesan Allah dalam Q.S. Al Ashr di atas! Iman dan amal saleh dalam ayat di atas dikaitkan dengan tawaashi (saling menasihati) dalam kebenaran dan kesabaran. Hal ini karena iman dan amal saleh kita tidak akan mampu bertahan kecuali jika kita saling menasihati dalam memegang teguh kebenaran Islam ini dan bersabar dalam ujian kehidupan.

Sehingga dari sinilah kita begitu menyadari tentang pentingnya peran orang lain. Tentang kerja sama dan amal jama’i. Surga Allah Swt tidak akan mampu kita gapai seorang diri. Dan surga tidak akan terasa dahsyat kenikmatannya kecuali kita mengajak sebanyak mungkin manusia. Maka kita pun menangkap pesan lain dari Surah Al Ashr ini yang menggunakan dhamir (kata ganti) dalam bentuk jamak (plural) bukan tunggal (mufrad). Dan setiap kali kita salat pun kita membaca; hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. Kami, bukan saya. Bersambung. [Oleh: Suhari Abu Fatih, Lc., Pegiat Sosial dan Dakwah]

Lanjut ke Kandungan Kalimat Syahadat – Bagian 3

Redaksi
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat