Di Surga Bersama Orang Tercinta

Di Surga Bersama Orang Tercinta

Sisi lain yang terungkap dari hadis ini ialah kecintaan lelaki tersebut kepada Rasulullah Saw menjadi sarana perjumpaan dengan beliau kelak di surga. Pesan ini sangat jelas. Hal ini dipertegas dengan apa yang diriwayatkan oleh Thabrani dalam hadis shahih bahwa seseorang akan dikumpulkan bersama dengan orang yang dicintainya. “Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali dia akan dikumpulkan bersama mereka,” papar Rasulullah Saw. Ya, cinta bisa mempertemukan pecinta dengan orang-orang yang dicintainya di surga sebagaimana bisa mempertemukan mereka di neraka. Inilah hebatnya cinta. “Ruh-ruh itu ibarat pasukan yang berkelompok. Jika mereka saling mengenal, mereka akan bersatu. Jika mereka tidak saling mengenal, mereka akan berpisah,” tegas Rasulullah Saw sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Tentu ini bukan sembarang cinta. Ini adalah cinta yang tegak di atas keyakinan akidah dan melahirkan peneladanan. Hasan Al-Basri pernah menuturkan, “Siapa yang mencintai suatu kaum tentu akan mengikuti jejaknya.” Karena itu, orang yang mencitai orang-orang saleh dan meniru kesalehan dan ketakwaan mereka akan berada di surga bersama mereka. Sementara itu, orang yang mencintai orang-orang kafir dan fasik dan mengikuti kemaksiatan yang mereka lakukan akan berada di neraka bersama mereka.

Karena itu, kalau selama ini kita mengaku mencintai Rasulullah Saw dan orang-orang saleh, kita harus berusaha membuktikannya. Kita tidak bisa menyusul mereka sebelum kita mengikuti jejak  mereka. Dengan berteladan kepada mereka, kita berharap bisa dipertemukan dengan mereka kelak di surga. Alangkah indahnya bila harapan ini terwujud. Allah Swt berfirman, “Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Muhammad) maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, shiddiqin, syuhada’ dan orang-orang saleh. Mereka itu teman yang sebaik-baiknya.” (Q.S. An-Nisa (4): 69). Wallahu a’lam.

[Penulis: Tamim Aziz, Lc., M.P.I., Pengasuh Pondok Pesantren Ulin Nuha Slawi, Tegal, Jawa Tengah. Dimuat di Majalah Hadila Edisi April 2017]

Taufik
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat