Belajar dari Kelembutan Lebah

Belajar dari Kelembutan Lebah

Dan, yang paling indah untuk menjadi inspirasi adalah bahwa lebah mengajarkan kelembutan. Coba lihat ketika ia hinggap pada setangkai bunga, ia akan sangat berhati-hati dan penuh kelembutan sampai-sampai bunga itu tidak merasakan bahwa ia telah hinggap di atasnya sambil menghirup saripatinya. Nyaris tidak terasa dan lembut sekali.

Namun jangan belajar kelembutan dari burung. Sebab, ia sangat kasar. Coba perhatikan burung yang hinggap di sebuah ranting, dahannya pasti bergoyang keras. Lalu ketika burung hendak terbang, ia pun menghentakan kakinya dan dahan itu kembali bergerak keras, seakan burung itu ingin mengatakan kepada makhluk yang ada di sekitarnya bahwa ia sedang berada di situ.

Kalau pada burung kita justru diperintahkan untuk banyak belajar tawakkal tingkat tinggi, bukan kelembutan. Rasulullah Saw bersabda, “Sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Dia akan memberi rezeki kepada kalian, seperti halnya Dia memberi rezeki kepada burung yang berangkat pagi-pagi dalam keadaan perut kosong dan pulang dalam keadaan perut kenyang.” (H.R. Ibnu Majah dan Ahmad dari Umar bin Al-Khatab)

Karakter lebah dan burung itu berbeda, yang satu mengajarkan kelembutan sementara yang satunya lagi mengajarkan tawakal. Untuk kelembutan ini, Allah juga memerintahkan kepada Musa untuk berkata lemah lembut kepada Firaun, yang sudah sangat jelas pembangkangannya. Tentu, kepada suami atau istri, lemah lembut itu jauh lebih utama dan dibutuhkan. Sebab ia tidak sekejam Firaun. Mereka adalah orang-orang yang sangat dekat di hati. <>

Sumber: Rangkuman Buku Ya Allah Bahagiakan Keluarga Kami oleh Muhamad Yasir. Hal 227-231
Redaksi
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat