Wanita Hamil dan Ibu Menyusui, Qadha atau Membayar Fidyah?

Wanita Hamil dan Ibu Menyusui, Qadha atau Membayar Fidyah?

Hadila.co.id – Banyak orang, apalagi para muslimah yang sedang hamil maupun menyusui bingung saat Bulan Ramadan tiba. Kebanyakan dari para muslimah tersebut bingung apakah mereka yang sedang dalam kondisi mengandung maupun menyusui apakah harus berpuasa atau meng-qadha atau fidyah.

Pertanyaan qadha atau fidyah ini termasuk yang banyak ditanyakan baik di majelis ilmu, maupun di berbagai kesempatan lainnya.

Sebelumnya, kita lihat dulu karena apa Qadha dan Fidyah itu.

Keluarga Wafat Meninggalkan Hutang Puasa, Kerabat Harus Bagaimana?

Untuk Qadha dalilnya adalah firman Allah Taala:

“Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah (2): 184)

Untuk Fidyah dalilnya adalah kalimat selanjutnya:

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah (2): 184)

Tidak Semua Penyakit bisa Menjadi Udzur Puasa, Sakit Seperti Apa yang Boleh Tidak Puasa?

Ibu hamil disetarakan dengan orang-orang yang berat melaksanakan puasa, sebagaimana diketahui dalam Alquran pun juga menyebut mereka dengan wahnan ‘ala wahnin (lemah yang bertambah-tambah).

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata kepada wanita yang sedang hamil dan menyusui:

“Kamu kedudukannya sama dengan orang yang tidak mampu puasa.” *(Tafsir Ath Thabariy, 2/899)*

Ini juga dikatakan oleh Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma *(Ad Daruquthni dalam Sunannya, 2/206)*

Perbedaan pandangan ulama mengenai qadha atau fidyah dalam hal ini sangat wajar, sebab memang ayat tersebut tidak merinci siapa sajakah yang termasuk orang-orang yang berat menjalankannya. Dalam hadits pun tidak ada perinciannya.

5 Tips Ngabuburit Asyik Bersama Buah Hati

Adapun tentang Qadha secara khusus, ayat di atas menyebut musafir dan orang yang sakit, dan tidak merinci bagaimanakah sakitnya. Sedangkan ayat tentang Fidyah, juga tidak dirinci.

Nah, Khusus ibu hamil dan menyusui, jika kita melihat keseluruhan pandangan ulama yang ada, bisa kita ringkas seperti yang dikatakan *Imam Ibnu Katsir. (Tafsir Al Quran al Azhim, 1/215. Darul Kutub al Mishriyah)* bahwa ada empat pandangan/pendapat ulama:

Pertama, kelompok ulama yang mewajibkan wajib qadha dan fidyah sekaligus

Ini adalah pandangan Imam Ahmad dan Imam Asy Syafi’i, jika Si Ibu mengkhawatiri keselamatan janin atau bayinya.

Hukum Berbekam, Donor Darah, dan Cabut Gigi saat Berpuasa

Bachtiar
AUTHOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat