fbpx

Tips Menanamkan Cinta Kepada Nabi Muhammad Saw  

Tips Menanamkan Cinta Kepada Nabi Muhammad Saw   

Oleh: Siti Faizah (Ketua PP Salimah)

Di antara anugerah Allah Ta’ala kepada setiap manusia adalah memiliki perasaan cinta. Cinta suami kepada istri dan sebaliknya, cinta orang tua kepada anak merupakan fitrah yang patut disyukuri, dengan menempatkan rasa cinta sebagaimana mestinya. Cinta sejati dalam Islam ditempatkan untuk Zat Maha Pencipta dan Nabi Muhammad Saw, teladan manusia yang membimbing umat dalam menggapai cinta dan rida-Nya. Lantas, bagaimana tips menanamkan cinta kepada Nabi Muhammad Saw?

Layaknya pohon yang kuat tentu memerlukan akar yang kuat. Tumbuh melewati proses panjang dengan memilih benih terbaik untuk disemai sebagai cikal bakal tumbuhan berkualitas. Menanamkan cinta kepada Nabi Saw bisa diajarkan pada anak sejak usia dini. Tatkala seorang ibu hendak menyusui bayi, membiasakan anak dengan berdoa. Meski anak belum mampu berucap dan menirukan, tetapi ia bisa mendengar dan merekam suara dengan baik. Membiasakan anak makan dan minum dengan tangan kanan sebagaimana kebiasaan Baginda Rasulullah Saw.

Memperkenalkan kebaikan Nabi Muhammad Saw sangat penting sebagai dasar keteladanan yang perlu dicontoh oleh anak. Anak membutuhkan tampilan sosok yang diidam-idamkan dalam kehidupan. Memunculkan figuritas pada anak terhadap Nabi Muhammad Saw sebagai utusan Allah Swt dan manusia pilihan, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al-Ahzaab: 21)

Kisah yang menunjukkan kecintaan Nabi Muhammad Saw kepada anak sangatlah banyak. “Nabi Saw mencium Al-Hasan bin ‘Ali, dan di sisi Nabi ada Al-Aqra’ bin Haabis At-Tamimiy yang sedang duduk. Maka Al-Aqro’ berkata, “Aku punya 10 orang anak, tidak seorang pun dari mereka yang pernah kucium.” Maka Rasulullah Saw melihat kepada Al-‘Aqro’, lalu beliau berkata, “Barang siapa yang tidak merahmati atau menyayangi maka ia tidak akan dirahmati.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Nabi akhir zaman yang dijuluki sebagai bapak para anak yatim, laki-laki maupun perempuan, sebagaimana Abu Hurairah meriwayatkan hadis, “Seorang laki-laki mengadu kepada Nabi Saw akan hatinya yang keras, lalu Rasul Saw berkata, ‘Usaplah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin.’” (H.R. Imam Ahmad)

Aneka buku sirah Nabi Saw menjadi sarana membaca bagi orang tua dalam menambah khazanah cerita kepada anak dalam berbagai suasana, mendongeng sebelum tidur, menjadi bacaan keluarga, dan mengisi waktu senggang anak. Kekaguman dan kecintaan kepada Rasulullah Saw bisa diperlihatkan orang tua dengan melantunkan selawat kepada Nabi Saw, sebagaimana perintah Allah Ta’ala dalam Alquran, Surah Al Ahzab ayat 56.

Eni Widiastuti
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Latest Posts

Top Authors

Most Commented

Featured Videos

WhatsApp chat